11 maret 2014 | FF7 | Jatinangor
Bandung Zinefest 2013
malam minggu yang biasa saja terasa beda pada 31 agustus 2013. hari itu ada gigs yang jarang terjadi bahkan satu tahun sekali pun tidak. ada bandung zine fest 2013. saya baru sekali datang ke acara ini, tahun 2012 kemarin saya nggak dapat kabar. sangat beruntunglah tahun sekarang saya dapat hadir.
kenapa saya menjadi termasuk orang beruntung. di bandung zinefest 2013 berkumpul para zine maker se-indonesia dengan karakter zine yang hebat, kalau kata tremor (vokalis milisi kecoa) ajaib. dari mulai zine berkarakter hc/punk, kekiri-kirian, bahkan kayak dongeng anak ada di sini. betapa amzing juga ketika lihat ada dompet, tas, baju yang dibikin sendiri, dan dijual cukup murah.
gigs ini juga jadi acara reuni, para zine maker dari berbagai daerah berkumpul. dari bandung, jakarta, jogja, semarang, bahkan pontianak dan medan. mereka semua serasa berpesta pada hari itu. berkumpul, tertawa, ngerokok, ngebir, juga 'cuanki' kaki lima habis terbabat.
kalau pun diberi umur ditahun 2014 dan bandung zinefest 2014 ada, saya akan datang bukan sebagai pendukung acara saja, tapi juga mengisi lapak kosong yang tersedia. harapan ini benar dan layak dipanggil doa.
rancaekek, 1 september 2013
Ahk ini cuma cangkang sejarah
19 Des 2011 || Bimbang Blog Ah
15 Agustus 2011 || Jatinangor || Buka Bersama (setelah magrib)
Tersenyum Tak Tidur
Tersenyum Tak Tidur
Bergandang hingga jam 1 pagi mungkin saya masih sudah terbiasa, beda dengan tadi pagi ketika adzan subuh masih melek. Berawal dari acara KSR-Komunitas Seni Rancaekek yang bertajuk Warna-Warni Seni Rancaekek hari sabtu kemarin dan dilanjutkan para panitia yang katanya akan menghabiskan malam minggu bersama tidak terbukti, karena hanya Saya, Ayu Aryana, dan Tyas Sapta Munggaran yang menghabiskan malam hingga pagi di sebuah teras di rumah salah seorang teman yang sudah tertidur ketika beres acara karena dia ke lelah akibat "Nabeuh" siang tadi.
Sekitar jam 6 pagi ketika banyak orang melakukan olahraga lari, kami bertiga menyusuri komplek kencana untuk mencari sarapan, kupat tahu yang kami cari tetapi tidak mendapatkan hasi. Akhirnya saudara dari kupat tahu yang kami temui, ketoprak dan dilanjukan menghabisi nasi kuning dan memang sangat kenyang sudah dihajar 2 piring makanan tersebut.
Dan akhirnya tertidur hingga pukul 4 sore bangun.
Backsound : The monophones, Olive Tree, Angsa dan Serigala
Book : Antropologi Marx
Movie : LSI Pelita Jaya VS Persiba (Persatuan Sepakbola Ci Luk Ba)
Quotes : Fungsi kebudayaan adalah untuk kebutuhan manusia [...] untuk membuat hidup aman dan berkelanjutan bagi spesies manusia dan bila mungkin untuk membuat arti penting dan bernilai, (White, 1959: 140) - Pada buku Antropologi Mark
Danis Home, Tersesat dalam diri sendiri
Danis Home, Tersesat dalam diri sendiri.
Memang sudah kebiasaan bangun pagi, jam 9 masih dikatakan pagi karena siang adalah ketika masuk jam 11. Hari ini saya kembali tertidur lagi di rumah teman, semalam sudah memang tidak kuat untuk begadang ataupun untuk beranjak pulang. Hari ini ketika saya terbangun dari mimpi yang menyenangkan hati, tiba-tiba bingung alngkah bukan main ketika pemilik rumah yang saya tempati tidak ada, dan sangat membingungkan ketika kemarin saya memang tidak membawa kendaraan menuju kesini, ditambah pulsa handphone selular saya hanya Rp.5. Tetapi saya masih sangat bersyukur karena quota modem saya masih berjumlah 1 Gb kurang. Dan terima kasih saya terhadap orang tua teman saya yang sangat memperhatikan teman-teman anaknya, sehingga ketika saya menulis ini sedang di temani oleh kopi susu dan rokok filter. Terimakasih Bu, selalu ku doakan kau sehat selalu. Dan untuk teman saya segeralah bertobat, karena kejadian ini bukan kali pertamanya. Cheerss
Backsound : Suara Ayam, Suara Motor, Suara Ibu-ibu mengobrol,Suara hati.
Book : Belum baca buku, langsung nulis ini, karena sebel.
Movie : Belum sempet juga nonton film, Karena sebel juga
Quotes : Karena sehat itu dimulai dari diri sendiri, IT'S UP TO ME (Status facebook pertama yang saya baca ketika hari ini pertama membuka facebook.(Status Sapta Munggaran)
Dalam 1 2 3 Sebuah Karya
Rencana para tetua menyampaikan keinginannya dalam hal memperbaiki sesuatu dalam kegiatan di masa liburan, berubah menjadi agenda dalam mencitrakan sebuah karya seni di bidang akting. Sebuah film pendek yang entah berdurasi berapa menit di mulai hari senin hari, saat matahari berjelagar pada sudut seratus dua puluh derajat setelah sunrice. Sekitar kurang lebih jam satu siang beberapa anggota dan simpatisan ingin mengeluarkan ekspresi dalam tidakan nyata. awal langkah sebuah cerita tentang anak remaja sekolah yang mendapat guncangan saat ujian akhir yang gagal akhirnya meninggal, ternyata menjadi sebuah film yang menghabiskan banyak tempat waktu bahkan pemain. Yang terpenting saat ini adalah suarayang akan di hasilkan oleh handycam atau camera digital yang akan di gunakan nanti pasti akan sangat jauh kualitasnya.
Cerita tanpa suara dengan tiga wanita dan satu bangku taman yang mengisahkan beberapa kejadian akan di angkat menjadi sebuah perubahan komunitas teater sekolah. Konsep yang sudah matang lalu di kaji ulang berdasarkan kemampuat dalam tehnologi yang di miliki setiap simpatisan yang akan mengikuti peperangan ini. Handycam dangan kualitas yang tidak begitu megah yang di pinjam seorang teman dan sebuah kamera digital dari simpatisan yang akan menghajar jalanan, di gunakan untuk sebuah mahakarya dari anak berumur belasan dalam menaklukan perubahan jaman. Dan beberapa jadwal pengambilan gambar yang di mlai dari pagi hingga sore sebelum magrib.
Hari ke-dua dimana hari yang menentukan para anggota yang berlalulalang didepan kamera di bagi ketika matahari belum mencapai batas bumi, jam sepuluh pagi. Sekitah dua puluh lebih orang memadati teras rumah seorang anggota yang lebih tua dari umur mereka. Di mulai pembagian tugas dari setiap seksi yang tidak begitu banyak keperluannya dan yang terpenting adalah pemilihan karakter yang cocok untuk beberapa adegan dalam tiga sesi karakter pemeran. Sore setelah berkumandang adzan ashar semua terselesaikan dalam hal pembagian dan semua berpulang untuk mempersiapkan kenyataan.
Penentuan peperangan di mulai hari ini, hari ke-tiga setelah dari hari senin kemarin merumuskan beberapa faktor utama yang akan di hahapai sekarang. Disebuah lapang yang berbentuk segitiga kami melakukan tes jalanan yang berujung pada pengmbilan gambar yang tidak begitu sempurna tetapi menjadi sangat berirama. Ketika matahari yang malu-malu mulai memperlihatkan batang hidungnya sedikit demi sedikit, kami memulai proses tersebut. Semua yang berada disekeliling kami adalah orang yang awam dalam kegiatan seperti ini. Entah berawal dari mana ini dilakukan yang jelas kami sudah langsung memproses pengambilan gambar dalam skala yang tidak cukup besar. Sesi pagi terelesaikan dalam waktu beberapa menit tidak lebih dari 3 jam kami berlama-lama disana. Sesi istirahat dan jam tiga mulai edisi dua.
Awan sedikit temarau, hitam dan agak pucat, tapi untungnya sinar matahari masih ada meski sedikit dari yang di perkirakan. Pengambilan gambar di mulai. Semua terlihat tetawa renyah menyaksikan temannya beradu dengan kamera yang hanya beberapa pixel dengan kualitas jauh untuk sebuah film. Tapi semangat dari semua yang hadir itu yang menjadikan semua sangat berbahagia. Hujan mulai mengguyur bumi, dan lapangan segitiga yang ditempati. Seribu kali bersyukur karena pengambilan gambar yang terakhir adalah saat dimana suasana hujan dan gerimis yang berhadapan dengan sebuah bangku yang menghadap perlintasan kereta api. Suara gemericik air yang jatuh dari dasar langit membuat suasana hangat dalam berhimpitan pada sebuah pos yang hampir tidak pernah terpakai. Riuh tawa dan guyonan dari para anggota membuat semakin hangat suasana yang sedang di selimuti jatuhnya air hujan. Hujan yang tak kunjung reda memaksa kami untuk melanjutkan perjalanan terhadap rumah yang terpisah dengan keadaan basah dan hangat tawa. Perjuangan kita belum berakhir dalam karya yang jenaka, hajar terus puaka dalam senja yang mendekati padamnya malam.
* 181920 Di bulan April 2011.
Kekeluargaan yang di rasa sore saat hujan 19 april lalu menjadi kopi penghangat suasana dingin jatuhnya air dari dasar langit, keindahan daun yang tertetes jutaan air menjadi background terindah dalam pekat langit sore itu. Besama semua disaat cinta berlabuh untuk nama bersama sebuah karya disekeliling keluarga.
Tertanda 27 Apr. 2011 setengah jam sebelum tepat ke angka dua belas
21 Maret 2011 || Kampus || Rumah Kawan || Sepedah || Komputer || Printer
Pembelajaran mata kuliah yang saya temui tadi saya nyatakan sebagai, "kami di cetak untuk kerja", dan saya menolak. Setalah beres kuliah, masih disekitar kampus saya berbincang dengan seorang teman yang membuat saya kembali menyesal karena memilih kuliah jurusan tersebut, shhhiiitttttt. seusai magrib saya kembali menggoes sepeda menuju rumah teman saya untuk menyelesaikan buletin yang kemarin di rencanakan, desain telah terbentuk dan disetujui semua pihak lalu diprint dan besok diperbanyak dan disebarkan, semoga bermanfaat.
*banjir dan gerimis tidak menghalangi untuk bersepeda.
19 Maret || Rumah Teman || Komputer
Dari pagi hingga hampir sore masih memikirkan "apakah rencana ini akan dilakasanakan atau tidak". Saat adzan magrib tak lama berkumandang, teman saya datang ke rumah dan rencana tersebut di lakasanakan. Rencana tempat untuk mengedit di kampus yang tidak jauh dari rumah, tapi seorang teman berinisiatif untuk mengerjakan di rumahnya saja. Ketika sedang asik mengedit, listrik tiba-tiba padam, Shiiitttt. Kami bayar pajak tapi kenapa harus dimatikan segala, gerutu seorang teman. Sekitar 15 menit listrik kembali nyala dan kami melanjutkan proses editing. Karena waktu menujukan sudah larut malam, akhirnya kami berencana akan melanjutkanya keesokan harinya.
* rencana tersebut adalah pembuatan buletin mingguan AKARRUMPUT.
11 Maret || Rumah KakeNene || Kereta Ekonomi || Raga
Saya harus terbangun pagi karena ada acara penting bagi keluarga yang harus di hadiri. Sepupu perempuan saya yang masih duduk di kelas 2 SMA akan dilamar pacarnya. Seperti biasa kereta ekonomi penuh, tapi tak jadi masalah, saya sudah terbiasa. Acara ngaret karena kesalahan komunikasi dari para keluarga pria. Dan selepas asar acara baru bisa dimulai. Dengan penukaran cincin acara terselesaikan dengan makan bersama.
Ketika pulang dalam kereta ada yang berbincang tentang sarana transportasi yang banyak tidak digunakan dengan sewajarnya oleh para pengguna. Dari pembicaraan yang saya dengar, banyak tangan jahil yang merusak fasilitas transportasi dan ketidak berpriketransportasian pengguna.
*selalu bisa tertawa ketika bermain bersama anak kecil, sebelum acara di mulai ada canda tawa bersama sepupu yang masih duduk di kelas 1 dan 2 SD, dan satu yang berumur 3 tahun ^^o
6 Maret 11 || Gazebo || Raga
Book : Soe Hok-Gie..Sekali lagi, buku, pesta, dan cinta di alam bangsanya
movie : -
quotes : Geus weh gorengan, murah, meriah, muntah-perkataan teman saya ketika lapar menerpa
2, 3, 4 maret 11 || Dunia || Raga
Book : SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
Movie : Yes Man
Quotes : “Jadi saya sebenarnya juga adalah harapan desa saya, lambang daripada keinginan maju dari desa, dan karena itu saya harus tekun dan maju.”, ungkapan Suwarto ketika berbincang dengan Soe Hok-Gie, dalam buku SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
26 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Telepon Genggam
Berawal dari pertanyaan saya kepadanya mengenai pendapatnya tentang media televisi sekarang.
Dia menjawab,
Berfungsi untuk menghibur, tapi menghibur tanpa mementingkan pendidikan, tapi ada juga yang mendidik dengan di kamasi hiburan itu sendiri, jadi banyak di abaikan penonton. Tapi ga nyalahin juga, karena pesti ngikutin selera pasar.
saya sependapat soal ini dengannya, media televisi di indonesia sekarang hanya mementingkan tentang bagaimana cara menghibur tanpa melihat sisi negatif yang diberikan. Acara televisi sekarang lebih mengutamakan selera pasar yang mementingkan komersialisasi yang mengakibatkan turunnya rating acara-acara yang lebih mendidik di bandingkan sinetron televisi yang cenderung melebih-lebihkan sesuatu yang munkin tidak akan terlalu jauh seperti itu. Televisi sekarang hanya membonekakan penonton dengan suguhan yang kualitas siarannya dibawah standar rata-rata.
Dia menjawab,
Lembaga pemerintah ikut andil, ga mingkin diem, contohnya kaya ada lembaga sensor atau lembaga-lembaga lainnya, tapi apa daya pemerintah buat mengimbangi kemampuan rakyat sebagai konsumer program-program televisi? Pikir kembali ! kembali lagi bahwa setiap hal itu saling mempengaruhi, seperti disini entah itu antara penonton, produsen, dan pemerintah tentu mengejar tujuan, keinginan, kepuasan, dan target masing-masing.
Mulai dari sini perbedaan pendapat kita mulai berbeda. Cara pandang yang dilakukan juga hampir berbeda. Dimana seorang teman saya itu mungkin terlihat kejadiaan ini sebagai kesalahan para konsumen untuk menikmati apa yang disuguhkan oleh produsen meski itu kurang dari sisi positifnya, dan saya tetap tidak setuju terhadap itu, karena pemerintah juga berperan penting dalam hal ini. menurut saya pemerintah yang sekarang hanya memikirkan bagaimana dia memiliki apa yang dia mau dan tidak memikirkan dimana letak negatif yang akan diterima di lingkungan luar. Seperti contoh pada awal bulan kemarin para pemerintah pusat menaikan bea cukai masuk terhadap film-film luar negri yang akan masuk ke Indonesia, secara tidak langsung pemerintah menginginkan agar para penonton untuk menonton film-film Indonesia yang kebanyakan hanya menceritakan tentang setan atau hantu yang tidak di ketahui kebenarannya dengan di bumbui seks yang tidak cocok dengan adat istiadat budaya Indonesia. Pemrintah padahal sangat bisa mengendalikan acara-acara di televisi dengan berbagai macam cara, entah dengan cara membatasi siaran sinetron yang sekarang hampir setiap hari ada, atau membatasi acara gosip yang dari pagi hingga malam dengan disiarkannya setiap hari, atau dengan cara apapun yang bisa dilkukan untuk menjaga perilaku negatif yang akan ditimbulkan acara-acara di televisi.
Perbedaan pendapat sangat jelas saat saya bertanya saya memberi sedikit pendapat saya terhadap peranan pemeritah tersebut.
Dia menjawab pendapat saya dengan jawaban seperti ini,
Tanya sama orang Indonesia kenapa doyan sinetron, kalo ga doyan gakan mungkin menjamur di televisi, kalo pemerintah salahnya kurang geraknya, tapi kan belum pernah terjun jadi aparatur negara , mungkin tugasnya ga sesederhana itu yang kita liat, jadi kita tidak bisa mendikte seseorang kalo belum pernah jadi seperti orang itu atau ada diposisi mereka.
Saya sependapat terhadap pendapatnya terhadap orang-orang yang suka akan sinetron Indonesia. Para penonton sekarang hanya senang dengan acara-acara yang memberikan perasaan yang dilebih-lebihkan seperti sinetron sekarang yang terlalu melebih-lebihkan segala sesuatunya, atau jaman sekarang sering menyebutnya dengan kata lebay. Dan sependapat juga dengan pegerakan pemerintah terhadap sesuatu yang dinilai sudah kurang bermanfaat lagi bagi orang banyak. Tapi tidak sependapat dengan tugas pemerintah yang tidak sesederhana. Memang pemerintah mempunyai berbagai macam persoalan, seperti persoalan korupsi pemerintahan itu sendiri, suap-menyuap antara perusahan baik swasta maupun negri, masalah pemulangan WNI di negara yang sedang mengalami konflik, atau pun masalah tehadap pluralisme yang hancur dan rasa bhineka tunggal ika yang sedikit demi sedit luntur entah sebabnya. Tetapi kalo kita lihat pembagian yang tidak tertata rapih terhadap tugas yang di emban pemerintah yang mengakibatkan semua ini berjalan sangat lamban. Pemerintahan sekarang mungkin hanya mementingkan penampilan luar dengan tidak memperhatikan penampilan didalam dirinya sendiri. Saya memang belum pernah menjadi orang dalam pemerintahan dan saya tidak mau, tetapi kalau di cermati lebih dalam, orang-orang yang ada dalam pemerintahan adalah orang-orang yang memang benar-benar terpilih karena keahliannya masing-masing. Tetapi kenapa orang-orang yang ada di pemerintahan hanya berkomentar ketika akan membangun tampat kerja baru para pemerintahan atau renofasi rumah dinas yang akan dimilikinya. Dimana peranan pemerintahan terhadap kasus-kasus saat ini.
Saya memberikan satu pendapat tentang perbedaan pemerintahan sekarang terhadap pemerintahan dahulu terhadap siaran televisi.
Dan teman saya tersebut menjawab,
Seiring majunya jaman, pasti ada punya pemikiran , inovasi, dan selera yang berubah juga. Kan kebijakan yang ada pada rezim orde baru tidak bisa di terima dengan sepenuhnya oleh rezim sekarang, pasti di pilah pilih dulu. Emang sekarang mah banyak di cekokin hal-hal yang kurang bermanfaat.
Inilah puncak kesamaan pendapat kami terhadap pemerintahan yang sekarang tehadap siaran televisi sekarang meskipun ada sedikit yang berbeda. Dia sangat mengakui acara-acara sekarang hanya mencekoki para penikmat televisi dengan hal-hal yang jauh dari kata manfaat. Dan dia sangat setuju terhadap pendapat saya tentang kebijakan pemerintahan yang dahulu tentang peranan penting acara televisi terhadap masyarakat banyak.
Kita-kita yang akan naikin lagi revolusi pemikiran, yang sedikit banyak akan ada perubahan.
Kita akan bersama untuk membangun revolusi itu dengan cara kita masing-masing, yang jelas kita akan menjadikan kemampuan yang kita bisa untuk dijadikan senjata agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.
Book : SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
Movie : Knight And Day
Quotes : Seperti prajurit perang, diam, tapi gagah punya banyak senjata buat persiapan ( Narti Herwanti)
21, 22, 23, 24, Feb 2011 || dunia || kehidupan
20 Feb. 2011 || Kampung Halaman || Gedung Pertunjukan || Sepak Bola || Teater
16 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Tempat Belajar Formal || Teater || Komputer || Jejaring Sosial
bakat teuing ku lapar.haha
*sungguh sangat tragis
besok pasti nemu banyak uyah..
dengan di purulukan daging setengah kilo dan sedikit pelengkap cita rasa yaitu dorokdok.
haha, reaksi dari peraduan uyah dan peuting-peuting ini telah mengkibatkan gangguan otak atau sering di sebut "kabetot"
pkona mah d antos.
yah tunggu saja, soalnya provider saya suka mengalami gangguan kalo disuruh mengirim dorokdok.
*stres stadium berat, tukang nasi goreng tidak ada yang ngalewet
mun aya juga moal di bere saya susah payah ngadagoan ieu mang, dan sayangnya tidak ada :(
nah nanti saya akan beli itu provider yang bisa sms ke telepon umum
*ahahah lapar mode on pemirsah.
bukanya jam 5 sore. jualannya ampe jam 2 subuh. nah skrg lg kelaparan kan? siapa tau aja mu beli kesini..
yang tidak siap itu membelinya.
efek nasi dan uyah tadi telah hilang dan kini keroncongan berdendang lagi.
*sungguh sangat naas
sepertinya perut dan mata sangat berkolaborasi dengan baik untuk menyiksa saya, ketika perut mulai berputar-putar dan mata trus saja cenghar hingga tema hari ini, inisomnia dengan keadaan lapar.
*sekali lagi, sungguh sangat naas.
*Edisi strezzz, bwhahaha
² maaf hp tidak terbawa, besok pagi-pagi kamu bawa desainnya ke rumah saya
³ jangan lupa di save sekarang takutnya eror lagi
14 Feb. 11 || Rumahku Istanaku || Komputer
13 Feb. 11 || Kiara Payung || Teater || Maladate
12 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Televisi
12 Feb. 11


