Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan

11 maret 2014 | FF7 | Jatinangor

Sabtu malam, pas tadinya cuma mau nonton berlima, eh datang manusia yang sudah lama nggak ada di Bandung, si koplox Ucox. Dan apa akibatnya, aing duduk terpisah, FAKOP! Tapi biarlah, da niatnya mau nontonkan, jadi mending fokus aja nonton. Meski agak nggak puguh, sebelah lelaki anjis, gila.

Eh pengen review filmnya tapi apa daya, aing mah bukan pencinta film, apalagi yang harus so keren dateng ke 21 atau blitz, nunggu bajakannya aja udah cukup. Cukup lila.

Tapi ada qoute di FF7 yang 'anjis momennya tetap', gini.

"Saya selalu mengatakan, saya menjalani hidup seperempat mil pada satu waktu dan saya pikir itu sebabnya kita bersaudara, karena kamu melakukannya juga. Tidak peduli kamu berada di dunia ini, apakah itu seperempat mil dari sini atau setengah jalan di seluruh dunia. Hal yang paling penting dalam hidup akan selalu menjadi orang di tempat ini, di sini, sekarang. Kamu akan selalu bersamaku, Dan kamu akan selalu menjadi saudaraku." - Dominic Toretto

Dialog akhir di film itu dibikin khusus buat mengenang Paul Walker, pemeran yang meninggal november 2013 pas lagi ditengah tengah suting. Mungkin dialog itu bukan cuma dari Vin Diesel atau yang bikin sekenario atau sutradara, tapi dari seluruh pecinta film FF buat Paul.

Tapi dialog itu juga bukan cuma dari seluruh penggemar FF buat Paul. Dialog itu dari aku buat mereka yang ada di foto. Umur temenan kita belum lama, tapi ada hal yang bikin nggak bisa pisah dari mereka. Satu satunya kumpulan temen yang bisa curhat sebebas bebasnya, seurius. Bahkan ke anak teras yang udah 11 tahun di sana, nggak bisa kayak mereka. Bahkan aing pernah nangis di hadapan mereka, ieu asli. Sampai saat ini belum ada alesan buat ninggali mereka, kalau bisa mah jangan ketemu alesnanyalah, biar gini terus.


Kalau kita udah punya keluarga sendiri sendiri, kita masih tetep bisa kumpulkan? Iya paling nambah anggota, aing dengan istri sendiri, si rani sama suaminya, si desi mah da jeung si omen, si ucok oge jeung si wulan, itu pasti jadi, geura nikah maraneh teh, geus kolot. Dan semoga si iang bisa bareng kumpul lagi, soalnya kita kekurangan orang belegug.

Anjis baru pertama kali aing nulis di blog kayak gini. Gara gara maraneh ERDE!

Bandung, 14 April 2015
READ MORE - 11 maret 2014 | FF7 | Jatinangor

Bandung Zinefest 2013

malam minggu yang biasa saja terasa beda pada 31 agustus 2013. hari itu ada gigs yang jarang terjadi bahkan satu tahun sekali pun tidak. ada bandung zine fest 2013. saya baru sekali datang ke acara ini, tahun 2012 kemarin saya nggak dapat kabar. sangat beruntunglah tahun sekarang saya dapat hadir.
kenapa saya menjadi termasuk orang beruntung. di bandung zinefest 2013 berkumpul para zine maker se-indonesia dengan karakter zine yang hebat, kalau kata tremor (vokalis milisi kecoa) ajaib. dari mulai zine berkarakter hc/punk, kekiri-kirian, bahkan kayak dongeng anak ada di sini. betapa amzing juga ketika lihat ada dompet, tas, baju yang dibikin sendiri, dan dijual cukup murah.
gigs ini juga jadi acara reuni, para zine maker dari berbagai daerah berkumpul. dari bandung, jakarta, jogja, semarang, bahkan pontianak dan medan. mereka semua serasa berpesta pada hari itu. berkumpul, tertawa, ngerokok, ngebir, juga 'cuanki' kaki lima habis terbabat.
kalau pun diberi umur ditahun 2014 dan bandung zinefest 2014 ada, saya akan datang bukan sebagai pendukung acara saja, tapi juga mengisi lapak kosong yang tersedia. harapan ini benar dan layak dipanggil doa.

rancaekek, 1 september 2013

READ MORE - Bandung Zinefest 2013

Ahk ini cuma cangkang sejarah

Kesakralan suatu ritual bisa dikatakan penting ketika melakukan suatu keberhasilan atau apapun itu yang telah diinginkan dalam kehidupan. Tak halnya pada suatu prosesi wisuda yang menjadi bagian terpenting ketika telah menempuh suatu siksaan yang mengatasnamakan perkuliahan. Pernah tahu ketika selama kita dipaksa untuk terus berfikir menjadi orang yang dapat mampu menghidupkan kembali suatu pemikiran yang menjadi suatu pemikiran orangorang yang telah memerdekakan Indonesia, selama itu pula kita telah didokrin untuk menjadi pribadi yang berkepentingan dirisendiri. Masa itu ada dalam suatu waktu yang bernama kuliah.

Mungkin tak ada dari kalian yang memang tidak tergerak seperti pengalaman ini, tapi sebenarbenarnya ini adalah kehidupan yang berada dalam sejarah singkat hidupku. Selalu dibodohi dengan macammacam teknik untuk menjadi buruh yang baik dalam memuja para kaum kapitalis dan bahkan imperialis. Atau dijiplak sebagaimana kita akan mempunyai kehidupan yang dengan sangat memerlukan uang untuk benar menjadi manusia, tanpa ada sedikit rasa cinta/kasihsayang terhadap lingkungan, alam, dan sesama.

Ini adalah memang riwayathidup yang telah berada dalam hidupku. Maka dari apa yang telah menjadi sejarah aku takkan sembunyikan meski itu tak baik. Cuma pemikiran pribadi yang tak ingin menjadi pembodohan yang berlangsung kuranglebih tigatahun. Pemikiran dari berbagai tulisan, diskusi, percakapan, sms-an, dan dari teman dekat maupun teman yang tak pernah saling menatap, aku tak ingin menjadi kepribadian dalam hal yang sungguh tidak menjadikan cermin kelayakan bermasyarakat. Hingga wisudapun aku tak ingin menjadi bagian ter"riweuh" dengan berbagai macam aksesoris jas, dasi, pantopel, katun, danlainnya. Aku tetaplah aku yang dengan santai menggunakan jeans, kemeja, sepatu vans,  dan tas milik teman dari adikku.

Betapa indahnya menjadi bagian yang tidak mengikuti sekeliling orang. Dan sudah saatnya kehidupan berbeda dan tanpa ada diskriminas pada perbedaan telah tercipta. Tanpa rasis, tanpa kekerasan, sebaliknya penuh cinta, kasihsayang, mari tebarkan rasa kekeluargaan. Dan itu yang terjadi dalam suasana ketika dalam masa kuliah, kekeluargaan pada teman sekelas yang sering menyebut diri mereka pleboy. Betapa indahnya semua ketika saling merangkul, berjabattangan, mengharubiru yang mungkin wisuda itu menjadi pertemuan terakhir mereka, dan tetntunya semoga tidak akan pernah terjadi. Karena aku sangat mencintai mereka yang telah selama ini menjadi bagian keluarga segala aktivitas tigatahun terakhir. Wisuda hanya prosesi pengikat kekeluargaan kita untuk selamanya, aku berharap.

Let's fight brotah and sistah, now is alive.
READ MORE - Ahk ini cuma cangkang sejarah

19 Des 2011 || Bimbang Blog Ah

Ini tulisan pertama setelah beberapa bulan tak memperbaharui postingan dari blog ini. Harapkan untuk dimaklum, beberapa bukan kebelakan memang sedang gencarnya untuk memperpanjang nama, tugas akhir target mati harus tahun sekarang, dan wisuda harus berbarengan dengan semua teman seperjuang.

Tepat 3 minggu yang lalu, hari senin, perpanjangan nama saya dapatkan dengan perjuangan yang tak kalah gila, dari jalanjalan subuh Rancaekek-Sumedang, pinjem uang buat ngeprin jilid potokopi (baru setengah dibayar), lupa makan seminggu bahkan lebih, tapi jelas perjuangan terindah yang dilakukan adalah mencukur rambut gondrong demi ikut ujian sidang (tragis), dan menggunakan jas, dasi, pantopel, dan harus terlihat rapih.
Mungkin setiap orang yang telah mendapatkan kelulusan dari sebuah sekolah tinggi, mereka akan merasakan bahagia, bangga, dan "asa aing". Tapi entah dengan alasan apa, rasa bangga dan "asa aing" tidak terasa sedikitpun, rasa bahagia masih hendak menjadi bagian indah setelah mendapat nama panjang. Akan tetapi rasa bangga tak hinggapnya dalam diri, mungkin yang pertama karena program/software yang dibikin adalah hasil dari kerja teman atau dengan kata lain adalah hasil dari pertolongan teman, yang kedua harus ada beberapa tunggakan bayaran yang harus segera dibayar. Dan selanjutnya rasa "asa aing" atau bisa dikatakan sombong. Bagaimana saya bisa sombong dengan hanya lulusan politeknik yang belum (mungkin nanti) seterkenal yang lain tapi dengan harga yang bisa dikatakan memusingkan, dan tentunya skil yang saya dapatkan juga tak sebanding dengan nama belakang saya.

Ada alasan kenapa saya hanya seadanya. Pada saat perkuliahan tiga tahun yang lalu, saya hanya mendapatkan teori dari modul yang diciptakan sendiri oleh kampus, dijual di tempat potokopikampus, dan wajib dibeli oleh mahasiswa, apabila belum membeli silakan ikut perkuliahan saat sudah mendapatkannya. Lalu praktikum yang seharusnya menjadi bagian penting utnuk mengasah skil dari mahasiswa, hanya menjadi bagian dari penyalinan dari modul ke sebuah komputer, dan semuanya selalu berhasil, karena memang sudah benar. Dan bila ada yang bertanya kenapa teman saya bisa membuat sebuah program dengan pembelajaran seperti itu jawabannya adalah copypaste dari sebuah program yang sudah jadi adalah jalan satusatunya.

Dan jawabannya satu, kami hanya dicetak untuk mendapatkan namapanjang tanpa memperlihatkan kualitas dari seorang yang pernah belajar, dan untuk itu segerelah untuk saya pribadi melanjutkan menjadi sarjana tentunya dengan kampus yang berbeda dan dengan jurusan yang berbeda pula.

*catatan : bagi siapapun cermatlah dalam memilih jurusan dan kampus.
19 desember 2011, untuk hari yang lalu.
READ MORE - 19 Des 2011 || Bimbang Blog Ah

15 Agustus 2011 || Jatinangor || Buka Bersama (setelah magrib)

Serasa rindu akan hangat masa-masa paling membahagiakan semasa dulu masih berseragam putih-abu, semasa kejadian hedon, antar jailin temen sekelas, temen beda kelas, adik kelas, dan juga tak luput guru kena kegilaan anak-anak abg tahun 2005-2007, tentunya di sekolah jauh dari kota Bandung, di sebuah desa kecil nan indah, Rancaekek. Sekolah menengah atas negri 1 Rancaekek dan satu-satunya di Rancaekek. Sudah tak teras sekitar 4 tahun saya harus dipaksa meninggalkan sekolah dengan alasan harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, antar kuliah dan bekerja, dan saya salah memilih, saya kuliah. 4 tahun berpisah membuat rasa orgasme rindu ini terasa sangat berada dipuncaknya.

Agustus tanggal 15 bertepatan dengan tanggal 15 Ramadhan menjadi momen yang sedikit pas untuk melakukan temu dan dengan lawak 4 tahun kebelakang. Sebenanya kita memang sering berkumpul, tidak selama 4 tahun kita tidak bertemu, sekitar 6 bulan kebelakang kita pernah mengadakan jalan-jalan bersama, tetapi karena memang rasa rindu yang sangat kuat membuat kita menjadi serasa belum bertemu 10 tahun. Mungkin terlalu hiperbola, tapi apa yang akan diperbuat ketika beretpatan dengan Bulan Ramadhan dan rasa rindu. 1 jawaban yang pas berkumpul dengan mengadakan buka shaum bersama, tentunya setelah magrib.

Seperti biasa saya dan Danny salah satu teman yang selalu menjadi panitia khusus yang mengkonsep acara dengan sedemikan rupa hingga acara bisa berjalan dengan lanjar dan aman. Sekitar 1 minggu mengedarkan pesan pendek ponsel. Dan akhirnya beberapa anggota kelas yang dapet hadir dalam acara yang sangat tidak puguh ini. Beberapa teman banyak yang mengganti no ponselnya dengan yang baru, dan beberapa berhalangan untuk hadir karena keperluannya masing-masing. Maklum kita sudah beranjak dewasa, sudah berkepala 2 lebih 1 tahun dan beberapa sudah lebih 2 tahun, tapi ada juga yang lebih 5 tahun, tapi sekarang entah dimana orang itu berada.

Acara yang singkat namun penuh dengan ketidakpuguhan ini hanya menghadirkan 9 orang, pria semua. tempat yang belum tentu dimana membuat sekitar gerbang universitas di Jatinangor yang sedikit banyak membuat Rancaekek banjir yang kami pilih untuk berbuka dengan yang manis-manis dengan cara cuci mata melihat mahasiswi, terlalu tidak puguh. Hanya sop buah yang kami dapatkan saat itu, dan tentunya orang yang telah memilki pekerjaan tetap disebuah perusahan swasta dengan gaji diatas rata-rata yang harus mentraktir kita, bayar Danny.

9 orang yang telah merantau ke daerah jatinagor itu ternyata masih bingung harus mengenyangkan perut yang belum terisi nasi dari sekitar pukul 4 dini hari. Akhirnya ngariung dulu di entah taman entah apa, poek da, untuk membahas kalanjutannya makan dimana. Sambil bingung mencari tempat 3 orang para pencari Tuhan melakuan aktivitas shalat magrib disekitar universitas tersebut. Sementara mereka beribadah datang 1 orang yang menyempatkan hadir setelah pulang kerja, padahal ti jatos nonton rosemary. Tapi sayang tak lama beliau bisa mengikuti perkumpulan rahasia yang tanpa tujuan ini. Dan akhirnya Anggi meninggalkan kami, dan di ikuti Billy yang lelah pulang kerja, dan Reka yang tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan bibinya lahiran, katanya.

Setelah 3 orang soleh tersebut hadir kembali dalam kelompok kami, akhirnya kami putuskan untuk segera menghajar nasi, tapi dimana, bingung. Setelah telpon berdering terus, Danny harus tereliminasi karena wanita adalah segalanya, apeu. Warung yang entah namanya, dari rekomendasi orang yang tersingkirkan tadi yang kami pilih, "murah jeung loba aslina didinya mah", alasannya. Dan sekitar menunggu 30 menit baru makanan yang dipesan segera hadir dihadapan kita bersama, edan teu 30 menit. Tarik nafas yang panjang lalu dihembuskan lagi, murah timana? Loba timana? itu yang terdengar langsung dari mulut para tersangka yang telah memesan itu. Intina mah kaduhung. Saya, Hamzah, Gandara, Gelar, Arif K, dan Decky, tak henti berkomentar masalah makanan yang sedang  berada dimeja. Karena kekecewaan tersebut semua makanan yang berada dimeja tersebut habis tak bersisa, lapar seunah teuing lebar pedah mahal. Jam setengah 10 pun tiba, saat teletabi berpisah. semua berpisah menuju rmah masing-masing. Beres cerita singkat namun tidak puguh ini.


Berharap pada waktu yang akan datang semua anggota kelas akan hadir.
SCLENO

Tertanda,
Agung Teguh Satria Pratomo
16 Agustus 2011
READ MORE - 15 Agustus 2011 || Jatinangor || Buka Bersama (setelah magrib)

Tersenyum Tak Tidur

12 Juni 2011
Tersenyum Tak Tidur

Bergandang hingga jam 1 pagi mungkin saya masih sudah terbiasa, beda dengan tadi pagi ketika adzan subuh masih melek. Berawal dari acara KSR-Komunitas Seni Rancaekek yang bertajuk Warna-Warni Seni Rancaekek hari sabtu kemarin dan dilanjutkan para panitia yang katanya akan menghabiskan malam minggu bersama tidak terbukti, karena hanya Saya, Ayu Aryana, dan Tyas Sapta Munggaran yang menghabiskan malam hingga pagi di sebuah teras di rumah salah seorang teman yang sudah tertidur ketika beres acara karena dia ke lelah akibat "Nabeuh" siang tadi.

Sekitar jam 6 pagi ketika banyak orang melakukan olahraga lari, kami bertiga menyusuri komplek kencana untuk mencari sarapan, kupat tahu yang kami cari tetapi tidak mendapatkan hasi. Akhirnya saudara dari kupat tahu yang kami temui, ketoprak dan dilanjukan menghabisi nasi kuning dan memang sangat kenyang sudah dihajar 2 piring makanan tersebut.

Dan akhirnya tertidur hingga pukul 4 sore bangun.

Backsound : The monophones, Olive Tree, Angsa dan Serigala
Book : Antropologi Marx
Movie : LSI Pelita Jaya VS Persiba (Persatuan Sepakbola Ci Luk Ba)
Quotes : Fungsi kebudayaan adalah untuk kebutuhan manusia [...] untuk membuat hidup aman dan berkelanjutan bagi spesies manusia dan bila mungkin untuk membuat arti penting dan bernilai, (White, 1959: 140) - Pada buku Antropologi Mark
READ MORE - Tersenyum Tak Tidur

Danis Home, Tersesat dalam diri sendiri

Juni, 9 2011 09.36
Danis Home, Tersesat dalam diri sendiri.

Memang sudah kebiasaan bangun pagi, jam 9 masih dikatakan pagi karena siang adalah ketika masuk jam 11. Hari ini saya kembali tertidur lagi di rumah teman, semalam sudah memang tidak kuat untuk begadang ataupun untuk beranjak pulang. Hari ini ketika saya terbangun dari mimpi yang menyenangkan hati, tiba-tiba bingung alngkah bukan main ketika pemilik rumah yang saya tempati tidak ada, dan sangat membingungkan ketika kemarin saya memang tidak membawa kendaraan menuju kesini, ditambah pulsa handphone selular saya hanya Rp.5. Tetapi saya masih sangat bersyukur karena quota modem saya masih berjumlah 1 Gb kurang. Dan terima kasih saya terhadap orang tua teman saya yang sangat memperhatikan teman-teman anaknya, sehingga ketika saya menulis ini sedang di temani oleh kopi susu dan rokok filter. Terimakasih Bu, selalu ku doakan kau sehat selalu. Dan untuk teman saya segeralah bertobat, karena kejadian ini bukan kali pertamanya. Cheerss

Backsound : Suara Ayam, Suara Motor, Suara Ibu-ibu mengobrol,Suara hati.
Book : Belum baca buku, langsung nulis ini, karena sebel.
Movie : Belum sempet juga nonton film, Karena sebel juga
Quotes : Karena sehat itu dimulai dari diri sendiri, IT'S UP TO ME (Status facebook pertama yang saya baca ketika hari ini pertama membuka facebook.(Status Sapta Munggaran)
READ MORE - Danis Home, Tersesat dalam diri sendiri

Dalam 1 2 3 Sebuah Karya

Tiga hari sudah saya terbang bersama jutaan mimpi yang memang saya kehendaki datangnya dalam dunia. Bersama desir keluarga yang memang di inginkan keberadaannya. Keluarga ini bukan keluarga dari silsilah kakek buyut, tapi keluarga yang memang keturunan dari manusia peratma didunia, Adam. Tiga hari kurang dari beberapa jam ini saya kuras tenaga bersama cikal bakal generasi penerus budaya, semoga. Sekitar belasan hingga mencapai dua puluh lebih anggota menghadiri sesi dimana perubahan segi akting dari panggung menuju gambar bergerak.

Rencana para tetua menyampaikan keinginannya dalam hal memperbaiki sesuatu dalam kegiatan di masa liburan, berubah menjadi agenda dalam mencitrakan sebuah karya seni di bidang akting. Sebuah film pendek yang entah berdurasi berapa menit di mulai hari senin hari, saat matahari berjelagar pada sudut seratus dua puluh derajat setelah sunrice. Sekitar kurang lebih jam satu siang beberapa anggota dan simpatisan ingin mengeluarkan ekspresi dalam tidakan nyata. awal langkah sebuah cerita tentang anak remaja sekolah yang mendapat guncangan saat ujian akhir yang gagal akhirnya meninggal, ternyata menjadi sebuah film yang menghabiskan banyak tempat waktu bahkan pemain. Yang terpenting saat ini adalah suarayang akan di hasilkan oleh handycam atau camera digital yang akan di gunakan nanti pasti akan sangat jauh kualitasnya.

Cerita tanpa suara dengan tiga wanita dan satu bangku taman yang mengisahkan beberapa kejadian akan di angkat menjadi sebuah perubahan komunitas teater sekolah. Konsep yang sudah matang lalu di kaji ulang berdasarkan kemampuat dalam tehnologi yang di miliki setiap simpatisan yang akan mengikuti peperangan ini. Handycam dangan kualitas yang tidak begitu megah yang di pinjam seorang teman dan sebuah kamera digital dari simpatisan yang akan menghajar jalanan, di gunakan untuk sebuah mahakarya dari anak berumur belasan dalam menaklukan perubahan jaman. Dan beberapa jadwal pengambilan gambar yang di mlai dari pagi hingga sore sebelum magrib.

Hari ke-dua dimana hari yang menentukan para anggota yang berlalulalang didepan kamera di bagi ketika matahari belum mencapai batas bumi, jam sepuluh pagi. Sekitah dua puluh lebih orang memadati teras rumah seorang anggota yang lebih tua dari umur mereka. Di mulai pembagian tugas dari setiap seksi yang tidak begitu banyak keperluannya dan yang terpenting adalah pemilihan karakter yang cocok untuk beberapa adegan dalam tiga sesi karakter pemeran. Sore setelah berkumandang adzan ashar semua terselesaikan dalam hal pembagian dan semua berpulang untuk mempersiapkan kenyataan.

Penentuan peperangan di mulai hari ini, hari ke-tiga setelah dari hari senin kemarin merumuskan beberapa faktor utama yang akan di hahapai sekarang. Disebuah lapang yang berbentuk segitiga kami melakukan tes jalanan yang berujung pada pengmbilan gambar yang tidak begitu sempurna tetapi menjadi sangat berirama. Ketika matahari yang malu-malu mulai memperlihatkan batang hidungnya sedikit demi sedikit, kami memulai proses tersebut. Semua yang berada disekeliling kami adalah orang yang awam dalam kegiatan seperti ini. Entah berawal dari mana ini dilakukan yang jelas kami sudah langsung memproses pengambilan gambar dalam skala yang tidak cukup besar. Sesi pagi terelesaikan dalam waktu beberapa menit tidak lebih dari 3 jam kami berlama-lama disana. Sesi istirahat dan jam tiga mulai edisi dua.

Awan sedikit temarau, hitam dan agak pucat, tapi untungnya sinar matahari masih ada meski sedikit dari yang di perkirakan. Pengambilan gambar di mulai. Semua terlihat tetawa renyah menyaksikan temannya beradu dengan kamera yang hanya beberapa pixel dengan kualitas jauh untuk sebuah film. Tapi semangat dari semua yang hadir itu yang menjadikan semua sangat berbahagia. Hujan mulai mengguyur bumi, dan lapangan segitiga yang ditempati. Seribu kali bersyukur karena pengambilan gambar yang terakhir adalah saat dimana suasana hujan dan gerimis yang berhadapan dengan sebuah bangku yang menghadap perlintasan kereta api. Suara gemericik air yang jatuh dari dasar langit membuat suasana hangat dalam berhimpitan pada sebuah pos yang hampir tidak pernah terpakai. Riuh tawa dan guyonan dari para anggota membuat semakin hangat suasana yang sedang di selimuti jatuhnya air hujan. Hujan yang tak kunjung reda memaksa kami untuk melanjutkan perjalanan terhadap rumah yang terpisah dengan keadaan basah dan hangat tawa. Perjuangan kita belum berakhir dalam karya yang jenaka, hajar terus puaka dalam senja yang mendekati padamnya malam.

* 181920 Di bulan April 2011.
Kekeluargaan yang di rasa sore saat hujan 19 april lalu menjadi kopi penghangat suasana dingin jatuhnya air dari dasar langit, keindahan daun yang tertetes jutaan air menjadi background terindah dalam pekat langit sore itu. Besama semua disaat cinta berlabuh untuk nama bersama sebuah karya disekeliling keluarga.

 Tertanda 27 Apr. 2011 setengah jam sebelum tepat ke angka dua belas
READ MORE - Dalam 1 2 3 Sebuah Karya

21 Maret 2011 || Kampus || Rumah Kawan || Sepedah || Komputer || Printer

21 Maret 2011

Pembelajaran mata kuliah yang saya temui tadi saya nyatakan sebagai, "kami di cetak untuk kerja", dan saya menolak. Setalah beres kuliah, masih disekitar kampus saya berbincang dengan seorang teman yang membuat saya kembali menyesal karena memilih kuliah jurusan tersebut, shhhiiitttttt. seusai magrib saya kembali menggoes sepeda menuju rumah teman saya untuk menyelesaikan buletin yang kemarin di rencanakan, desain telah terbentuk dan disetujui semua pihak lalu diprint dan besok diperbanyak dan disebarkan, semoga bermanfaat.


*banjir dan gerimis tidak menghalangi untuk bersepeda.
READ MORE - 21 Maret 2011 || Kampus || Rumah Kawan || Sepedah || Komputer || Printer

19 Maret || Rumah Teman || Komputer

19 maret 2011

Dari pagi hingga hampir sore masih memikirkan "apakah rencana ini akan dilakasanakan atau tidak". Saat adzan magrib tak lama berkumandang, teman saya datang ke rumah dan rencana tersebut di lakasanakan. Rencana tempat untuk mengedit di kampus yang tidak jauh dari rumah, tapi seorang teman berinisiatif untuk mengerjakan di rumahnya saja. Ketika sedang asik mengedit, listrik tiba-tiba padam, Shiiitttt. Kami bayar pajak tapi kenapa harus dimatikan segala, gerutu seorang teman. Sekitar 15 menit listrik kembali nyala dan kami melanjutkan proses editing. Karena waktu menujukan sudah larut malam, akhirnya kami berencana akan melanjutkanya keesokan harinya.

* rencana tersebut adalah pembuatan buletin mingguan AKARRUMPUT.
READ MORE - 19 Maret || Rumah Teman || Komputer

11 Maret || Rumah KakeNene || Kereta Ekonomi || Raga

17 Maret 11

Saya harus terbangun pagi karena ada acara penting bagi keluarga yang harus di hadiri. Sepupu perempuan saya yang masih duduk di kelas 2 SMA akan dilamar pacarnya. Seperti biasa kereta ekonomi penuh, tapi tak jadi masalah, saya sudah terbiasa. Acara ngaret karena kesalahan komunikasi dari para keluarga pria. Dan selepas asar acara baru bisa dimulai. Dengan penukaran cincin acara terselesaikan dengan makan bersama.

Ketika pulang dalam kereta ada yang berbincang tentang sarana transportasi yang banyak tidak digunakan dengan sewajarnya oleh para pengguna. Dari pembicaraan yang saya dengar, banyak tangan jahil yang merusak fasilitas transportasi dan ketidak berpriketransportasian pengguna.

*selalu bisa tertawa ketika bermain bersama anak kecil, sebelum acara di mulai ada canda tawa bersama sepupu yang masih duduk di kelas 1 dan 2 SD, dan satu yang berumur 3 tahun ^^o
READ MORE - 11 Maret || Rumah KakeNene || Kereta Ekonomi || Raga

6 Maret 11 || Gazebo || Raga


6 Maret 11

Akhirnya buku Soe Hok-Gie..Sekali lagi, buku, pesta, dan cinta di alam bangsanya saya hatamkan tadi pagi. Buku dengan halaman sebanyak 512 hampir 2 Minggu bisa saya tamatkan. Yeah!!!

Sore jam 4 saya di sms teman untuk menghadiri acara di gasibu, saya di jemput teman saya di rumah dan langsung bergegas berangkat. Hujan menerpa di tengah jalan dan terpaksa kami harus memakai jas hujan karena kami menggunakan motor, dan shiittt di tengah jalan hujan reda, karena tempat acara tersebut tidak jauh lagi kami tetap menggunakan jas dan yang lebih sial saya tidak memakai alas kaki. Setelah sampai ternyata terbukti akibat saya tidak memakai alas kaki, kaki saya menjadi kotor. Setelah bersih-bersih kaki kemudian langsung mencari tiketbox dan membeli tiket seharga 10.000 dengan bonus kartu perdana CDMA dan satu botol minuman. Ketika masuk ke dalam betapa Hardcore nya acara, tetapi memang tidak semua band hardcore, ada juga metal, melodic, hardrock, dan pop yang di tawarkan penyanyi perempuan jebolan dari audisi penyanyi televisi. Tetapi kebanyakan band yang bermain pada acara ini kebanyakan band hardcore. Pertama datang kami di suguhi bend metal Inwise. Lalu kami berpindah ke stand utama, disana kami disuguhi band hardore pertama yaitu Tragedi. Sayang kalau menghamburkan uang 10.000 hanya dengan diam, langsung hajar, saya pogo kegirangan karena setelah berapa bulannya saya tidak beradu badan dengan orang. Alhasil, betis saya tergores alas pogo karena saya terjatuh. Karena menunggu jeda adzan magrib kami mencari makanan untuk mengganjal perut yang kosong, gorenganlah yang langsung kami tuju kerena murah meriah muntah kata teman saya. karena jeda waktu masih lama, kami berkeliling mencari barang yang dapat di beli, karena acara ini memang acara clothing tahunan yang di selenggarakan di Bandung. Dan kami tidak dapat satu barang pun.

Acara dimulai kembali pukul 6 lebih beberapa menit. Band yang tampil di stand utama band metal dari luar kota Bandung ( saya lupa namanya ). Band ini mempunyai meteri lagu yang sangat keren, tetapi mungkin karena sound gitar yang terlalu keras dan mengalahkan drum, jadi ketukan drum yang menjadi metronom tidak terdengar dengan jelas, dan kurang rapihnya band tersebut ketika bermain. Tapi selebihnya band ini keren ketika main. Band yang selanjutnya datang dari luar kota juga, dari Jakarta Selatan. Band hardcore dengan nama Soul Are ini membuat saya kembali turun ke lantai dansa. Yeah pogo deui Lur. Band dengan bassis perempuan ini, membuat saya seperti security yang mengamankan acara karena, saya terpaksa terus mengangkat orang-orang yang terjatuh saat pogo dan moshing. Setelah band dari jakarta tadi kini bagian band yang saya tunggu dari awal, band asal Bandung ini adalh inspirasi saya, ketika saya pernah bergabung dengan band hadrcore HideAndSeek yang sekarang entah bagaimana kabarnya. Band yang menginspirasi saya ini bernama Outright. Lantai dansa sekarang sangat dipenuhi para fans Outright termasuk saya untuk pgo dan bermoshing ria. Dan saya mendapatkan pukulan pada tak sengaja dari orang lain pada dagu kanan karena pogo. Ini resiko kalau ikut bergopo. Saya istirahat sejenak karena merasa sakit dan kemudian dilanjut ketika lagu Never Give Up dilantunkan. Sekitar lagu ke-enam saya berhenti pogo karena kaki saya mengalami nyeri yang lumayan karena terjatuh ketika melompat. Sebagaimana sakit yang saya rasakan kalah dengan keriduan saya untuk berpogo dan bermoshing ria. Yeah!!!

Setelah puas berpogo kami kembali berkeliling untuk mencari suatu barang, hanya satu boxer yang di beli teman saya, dan saya sendiri tidak dapat apa-apa karena tidak ada yang terasa cocok dalam hati. Acara pada stand utama di tutup dengan penampilan The S.I.G.I.T dan pada stand kedua dengan band melodic yang akan segera melakukan launching album yaitu Buckskin Bugle. Dan kami memilih Buckskin Bugle untuk di tonton. Tidak ada pogo dan moshing, mungkin karena banyak yang memilih menonton The S.I.G.I.T. dan untukng saya lebih memilih Buckskin Bugle karena saya dapat poster dan stiker. Lumayan buat hiasan kamar. Dan kami kembali pulang karena acara telah selesai.

Hardcore pisan dan nyareri awak !!!

Playlist : Outright, Tragedi, Soul Are, Buckskin Bugle
Book : Soe Hok-Gie..Sekali lagi, buku, pesta, dan cinta di alam bangsanya
movie : -
quotes : Geus weh gorengan, murah, meriah, muntah-perkataan teman saya ketika lapar menerpa
READ MORE - 6 Maret 11 || Gazebo || Raga

2, 3, 4 maret 11 || Dunia || Raga


2 Maret 11

Jam 9 pagi, waktu yang di janjikan akan menemui pembimbing PKL di tempat yang baru. Saya bersama teman saya langsung bergegas untuk berangkat menemui lelaki yang berprofesi guru tersebut. Kami berbincang tentang pekerjaan dalam pelatihan tersebut. Dan dengan kesepakatan terakhir kami di tugaskan untuk mengurusi masalah kesiswaan.
Tak lama kami berada di sekolah tempat PKL, kami bergegas pergi ke rumah seorang teman untuk melakukan refresing makan-makan (yeah, makan-makan gratis), dan ternyata salah seorang berinisiatif untuk pergi ke sebuah air terjun di daerah perbatasan kab. Bandung dan kab. Sumedang. Air terjun itu dinamai Curug Cinulang. Saya sempat bertanya kepada seorang ibu yang menjaga kios makanan soal siapa yang mengurus air tejun tersebut. Ibu itu menjawab, yang mengurus air terjun tersebut adalah pemerintah setempat. Dan ternyata terbukti bahwa air tejun itu sungguh sangat tidak terawat, air terjun yang seharusnya menjadi objek wisata yang menyenangkan ternyata tidak begitu indah untuk di lihat karena, lokasi sekitar yang penuh dengan sampah dan yang sungguh sangat menyedihkan tidak terlihat satupun tempat sampah. Pemerintah seharusnya dapat melihat sisi positif dengan adanya air terjun itu sendiri. Pemerintah dapat menjadikan daerahnya menjadi tempat objek wisata yang baik dan sehat, menambah mata pencahariaan untuk warga sekitar, dan bahkan pemerintah dapat menambah APBD dengan adanya air terjun tersebut. Tapi kalo di lihat, saya kurang yakin pemerintah setempat mengurusi air terjun tersebut dengan baik. Mungkin ibu penjaga kios itu berbicara bohong atau pemerintah yang di katakan ibu tadi hanya sekedar memungut pajak untuk kepentingan golongan bahkan pribadi, bukan untuk mengurusi daerah yang seharusnya menjadi tempat periwisata yang indah.

3 Maret 11

Menengok teman yang kecelakaan akibat touring vespa pertamanya. Kaki kanan yang masih banyak di balut kain perban dan banyak obat merah tidak mematahkan semangat untuk kembali touring. Dia sudah lumaya sehat, hanya ketika berjalan kakinya masih terpincang-pincang untuk melangkah. Keep spirit brotah !!!

4 Maret 11

Tidak ada yang special hari ini. hanya menonton film, ibadah, tidur, membaca, dan nonton televisi. Sempat berfikir akankan saya selalu berkegiatan seperti ini? setiap manusia mempunyai rasa bosan ketika dia hanya melakukan hal-hal yang sering dia lakukan. Saya mencoba menulis puisi dan ternyata tidak ada hasilnya, saya hanya memaksakan diri saya untuk berfikir ketika saya sedang tidak di hinggapi rasa ingin berfikir. Pemaksaan ini hanya menjadikan beban pikiran yang tidak tahu harus ditindaklanjuti dengan cara apa. Dan kemudian saya berhenti berfikir dan kemudian menuliskan apa yang saya pikirkan dan rasakan.

Playlist : Gregory’s Raincoat, Frau, Aftercoma Feat Ipank BIP
Book : SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
Movie : Yes Man
Quotes : “Jadi saya sebenarnya juga adalah harapan desa saya, lambang daripada keinginan maju dari desa, dan karena itu saya harus tekun dan maju.”, ungkapan Suwarto ketika berbincang dengan Soe Hok-Gie, dalam buku SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
READ MORE - 2, 3, 4 maret 11 || Dunia || Raga

26 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Telepon Genggam


26 Feb. 2011

Mungkin bukan suatu hal yang disengaja ketika seseorang sms saya untuk menanyakan hal-hal yang perlu dilakukan ketika sedang bermain drama, dia akan menghadapi mata kuliah drama bhs. Inggris. Dengan sederhana saya hanya menjelesakan yang saya tau tentang drama. Tidak lama berselang kami sedikit diskusi tentang peranan media dalam pendidikan dan pemerintah terhadap media. Diskusi yang memang berbeda pendapat itu tidak memberikan efek negatif bahakan diskusi tersebut membuat saya semakin merasa dekat dan yakin terhadap seorang yang diajak diskusi tersebut.

Berawal dari pertanyaan saya kepadanya mengenai pendapatnya tentang media televisi sekarang.

Dia menjawab,
Berfungsi untuk menghibur, tapi menghibur tanpa mementingkan pendidikan, tapi ada juga yang mendidik dengan di kamasi hiburan itu sendiri,  jadi banyak di abaikan penonton. Tapi ga nyalahin juga, karena pesti ngikutin selera pasar.

saya sependapat soal ini dengannya, media televisi di indonesia sekarang hanya mementingkan tentang bagaimana cara menghibur tanpa melihat sisi negatif yang diberikan. Acara televisi sekarang lebih mengutamakan selera pasar yang mementingkan komersialisasi yang mengakibatkan turunnya rating acara-acara yang lebih mendidik di bandingkan sinetron televisi yang cenderung melebih-lebihkan sesuatu yang munkin tidak akan terlalu jauh seperti itu. Televisi sekarang hanya membonekakan penonton dengan suguhan yang kualitas siarannya dibawah standar rata-rata.

Bagaimana peranan pemerintah itu sendiri terhadap acara-acara televisi sekarang? Saya kembali bertanya.

Dia menjawab,
Lembaga pemerintah ikut andil, ga mingkin diem, contohnya kaya ada lembaga sensor atau lembaga-lembaga lainnya, tapi apa daya pemerintah buat mengimbangi kemampuan rakyat sebagai konsumer program-program televisi? Pikir kembali ! kembali lagi bahwa setiap hal itu saling mempengaruhi, seperti disini entah itu antara penonton, produsen, dan pemerintah tentu mengejar tujuan, keinginan, kepuasan, dan target masing-masing.

Mulai dari sini perbedaan pendapat kita mulai berbeda. Cara pandang yang dilakukan juga hampir berbeda. Dimana seorang teman saya itu mungkin terlihat kejadiaan ini sebagai kesalahan para konsumen untuk menikmati apa yang disuguhkan oleh produsen meski itu kurang dari sisi positifnya, dan saya tetap tidak setuju terhadap itu, karena pemerintah juga berperan penting dalam hal ini. menurut saya pemerintah yang sekarang hanya memikirkan bagaimana dia memiliki apa yang dia mau dan tidak memikirkan dimana letak negatif yang akan diterima di lingkungan luar. Seperti contoh pada awal bulan kemarin para pemerintah pusat menaikan bea cukai masuk terhadap film-film luar negri yang akan masuk ke Indonesia, secara tidak langsung pemerintah menginginkan agar para penonton untuk menonton film-film Indonesia yang kebanyakan hanya menceritakan tentang setan atau hantu yang tidak di ketahui kebenarannya dengan di bumbui seks yang tidak cocok dengan adat istiadat budaya Indonesia. Pemrintah padahal sangat bisa mengendalikan acara-acara di televisi dengan berbagai macam cara, entah dengan cara membatasi siaran sinetron yang sekarang hampir setiap hari ada, atau membatasi acara gosip yang dari pagi hingga malam dengan disiarkannya setiap hari, atau dengan cara apapun yang bisa dilkukan untuk menjaga perilaku negatif yang akan ditimbulkan acara-acara di televisi.

Perbedaan pendapat sangat jelas saat saya bertanya saya memberi sedikit pendapat saya terhadap peranan pemeritah tersebut.

Dia menjawab pendapat saya dengan jawaban seperti ini,
Tanya sama orang Indonesia kenapa doyan sinetron, kalo ga doyan gakan mungkin menjamur di televisi, kalo pemerintah salahnya kurang geraknya, tapi kan belum pernah terjun jadi aparatur negara , mungkin tugasnya ga sesederhana itu yang kita liat, jadi kita tidak bisa mendikte seseorang kalo belum pernah jadi seperti orang itu atau ada diposisi mereka.

Saya sependapat terhadap pendapatnya terhadap orang-orang yang suka akan sinetron Indonesia. Para penonton sekarang hanya senang dengan acara-acara yang memberikan perasaan yang dilebih-lebihkan seperti sinetron sekarang yang terlalu melebih-lebihkan segala sesuatunya, atau jaman sekarang sering menyebutnya dengan kata lebay. Dan sependapat juga dengan pegerakan pemerintah terhadap sesuatu yang dinilai sudah kurang bermanfaat lagi bagi orang banyak. Tapi tidak sependapat dengan tugas pemerintah yang tidak sesederhana. Memang pemerintah mempunyai berbagai macam persoalan, seperti persoalan korupsi pemerintahan itu sendiri, suap-menyuap antara perusahan baik swasta maupun negri, masalah pemulangan WNI di negara yang sedang mengalami konflik, atau pun masalah tehadap pluralisme yang hancur dan rasa bhineka tunggal ika yang sedikit demi sedit luntur entah sebabnya. Tetapi kalo kita lihat pembagian yang tidak tertata rapih terhadap tugas yang di emban pemerintah yang mengakibatkan semua ini berjalan sangat lamban. Pemerintahan sekarang mungkin hanya mementingkan penampilan luar dengan tidak memperhatikan penampilan didalam dirinya sendiri. Saya memang belum pernah menjadi orang dalam pemerintahan dan saya tidak mau, tetapi kalau di cermati lebih dalam, orang-orang yang ada dalam pemerintahan adalah orang-orang yang memang benar-benar terpilih karena keahliannya masing-masing. Tetapi kenapa orang-orang yang ada di pemerintahan hanya berkomentar ketika akan membangun tampat kerja baru para pemerintahan atau renofasi rumah dinas yang akan dimilikinya. Dimana peranan pemerintahan terhadap kasus-kasus saat ini.

Saya memberikan satu pendapat tentang perbedaan pemerintahan sekarang terhadap pemerintahan dahulu terhadap siaran televisi.

Dan teman saya tersebut menjawab,
Seiring majunya jaman, pasti ada punya pemikiran , inovasi, dan selera yang berubah juga. Kan kebijakan yang ada pada rezim orde baru tidak bisa di terima dengan sepenuhnya oleh rezim sekarang, pasti di pilah pilih dulu. Emang sekarang mah banyak di cekokin hal-hal yang kurang bermanfaat.

Inilah puncak kesamaan pendapat kami terhadap pemerintahan yang sekarang tehadap siaran televisi sekarang meskipun ada sedikit yang berbeda. Dia sangat mengakui acara-acara sekarang hanya mencekoki para penikmat televisi dengan hal-hal yang jauh dari kata manfaat. Dan dia sangat setuju terhadap pendapat saya tentang kebijakan pemerintahan yang dahulu tentang peranan penting acara televisi terhadap masyarakat banyak.

 Sekarang kemajuan yang terjadi hanya revolusi tehnologi dan kemunduran terjadi juga pada revolusi pemikiran.

Teman saya menjawab terhadap pendapat saya tersebut dengan,
Kita-kita yang akan naikin lagi revolusi pemikiran,  yang sedikit banyak akan ada perubahan.

Kita akan bersama untuk membangun revolusi itu dengan cara kita masing-masing, yang jelas kita akan menjadikan kemampuan yang kita bisa untuk dijadikan senjata agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.

Playlist : Ost. Gie, Metalica, Disinfected, Forgotten, Speaker First
Book : SOE HOK-GIE..sekali lagi. buku, pesta, cinta di alam bangsanya
Movie : Knight And Day
Quotes : Seperti prajurit perang, diam, tapi gagah punya banyak senjata buat persiapan ( Narti Herwanti)

*seorang yang berdiskusi dengan saya tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Narti Herwanti.
READ MORE - 26 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Telepon Genggam

21, 22, 23, 24, Feb 2011 || dunia || kehidupan


21 Feb. 2011

Proses satu minggu sungguh sangat tidak terasa ketika harus memainkannya dengan durasi 30 menit. Ini adalah sebagai pembelajaran, hasil akan terihat ketika proses. Tapi apapun itu yang terjadi hari itu adalah hari yang cukup hedon ketika melihat para saudara yang jauh berkumpul hanya unutk melihat perform teater yang teman saya asuh. Kenikmatan proses adalah kenikmatan hasil akhir.

22 Feb. 2011

Hari pertama untuk bertemu dengan pembimbing PKL. Dan seperti firasat yang saya rasakan sebelumnya. PKL yang akan dilakukan tidak sesuai dengan apa yang akan diharapkan. Pelatihan itu seperti sebuah pemanfaatan terhadap kabutuhan nilai kami. Dan telah diputuskan kami bukan kerbau. Dan kami pindah tempat PKl.

23 Feb. 2011

Setan yang selama ini berada di otak anak-anak kos kembali bergoncang. Saat itu pratek perampasan uang di lakukan secara terorganisir melalui kartu domino. Shiiittt, back to jahiliyah. Semoga tidak berkepanjangan.

24 Feb. 11

Sebagian rasa hedon saya pada kelompok musik tradisi saya ada di hari ini. hari ini yang membuat sejarah baru untuk kelompok itu. Mungkin pada sebelumnya kami hanya mendapatkan sound system yang kurang memuaskan, pada hari ini ke-hedon-nan itu bergejolak. Kelompok saya tersebut bermain di sebuah universitas negri di Bandung dalam acara art and charity. Acara yang terlampat sekitar satu jam ini tidak menyurutkan ke-hedon-nan kami. Yang mungkin pada sebelumnya salah satu personil kami mendapat musibah di dunia tidur. “Ngimpi Modol” dalam bahasa indonesianya “mimpi pup”, menurut orang sunda jaman dahulu (karuhun) mimpi tersebut adalah pertanda bahwa orang yang mengalaminya akan terkena musibah. Dan yang konyol lagi adalh ritual untuk mengusir kesialan itu, yaitu dengan cara membuat garis di perempatan jalan yang terdapat tanah. Dan teman saya melakukannya. Jadi entah siapa yang konyol, yang jelas heri yang hedon bagi saya dan kelompok saya.

*kami bukan kerbau
READ MORE - 21, 22, 23, 24, Feb 2011 || dunia || kehidupan

20 Feb. 2011 || Kampung Halaman || Gedung Pertunjukan || Sepak Bola || Teater


20 Feb. 11

Setelah semalam begadang bersama teman yang memang sudah saling mengenal dari semenjak SD. Dan ketika harus bangun karena ada salah satu dari teman datang, sekitar pada pukul 7. Saat itu pula kami yang baru membuka mata langsung berangkat ke lapang untuk bernostalgia untuk bermain bola plastik. Tertawa yang renyah kami curahkan saat bermain tadi, rasa reuni yang setelah lama tidak berkumpul kembali memang sangat terasa kental. Ingin rasanya juga kembali pada saat satu tahun menganggur, tapi sangat memberi arti penting.

Your my fvckin brotah !!!

Adzan magrib berkumandang, saya kembali di jemput dua orang teman untuk bergegas berangkat ke rumentang siang untuk melakukan gladiresik untuk besok bertarung melakukan pagelaran dalam rangka festival drama basa sunda SMA se-jawa barat. Bertemu tema baru dan saling menyapa teman lama saat sesampainya di rumentang. Hedon banget yang di rasakan setelah beberapa lama tidak datang ke rumentang. Hellyeuh, pengalaman yang sangat hedon. Dan besok kita lihat peperangan akan di mulai.

*Proses yang dimulai dari seberapa tahun kemarin hanya akan dilakukan dalam satu jam, maka nikmati proses yang bertahun-tahun itu.
READ MORE - 20 Feb. 2011 || Kampung Halaman || Gedung Pertunjukan || Sepak Bola || Teater

16 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Tempat Belajar Formal || Teater || Komputer || Jejaring Sosial


16 Feb. 2011

Dimana kata orang jam 11 adalah waktu siang. Pada saat itu pula teman yang kemarin telah menelpon saya untuk membatunya dalam membuat desain baju kegiatan acara kaulinan budak yang di panitiai olah komunitas obor kecil datang dengan wajah bahagia sebelum sebuah tragedi terjadi. Konsep yang terpikirkan kamarin malam terlah tergambar dalam otak dan hari ini adalah aplikasi kedalam gambar dari corel draw portable. Sekitar 2 jam dengan di temani rokok, kopi, dan keripik pisang yang di beli teman saya, desain baju akhirnya beres dengan di sepakati teman saya tersebut. Desain dengan abstrak orang yang sedang memakai egrang dan sedikit tulisan “Baheula Ayeuna Salilana Sabilulungan” berwarna putih langsung di setujuinya. Corel draw portable milik saya tersubut akhirnya mendapat gangguan yang membuat laptop saya ngeheng. Dan, shiittt desain yang saya gambar bersama teman saya tersebut hilang. Kini dilematika meradang otak saya karena, jam di dalam laptop saya menunjukan jam 2 siang, dan saat itu saya harus menjalankan janji untuk mengikuti latihan teater. Dengan sungguh sangat terpaksa saya meminta untuk kembali sekitar jam 6an setelah saya beres mengikuti latihan teater (dilematika masih berlanjut dimalam hari). Maaf brotah bukan unsur kesengajaan.

Magrib setelah latihan teater saya berbincang dengan para teman saya di teater sekolah pada waktu dulu. Membicarakan tentang masalah yang dihadapi adik kelas yang sekarang mengurusi teater sekolah kami ( saya, dan ketiga teman saya ). Disana ada salah satu pengurus yang menceritakan segala sesuatu yang dihadapi mereka ( penurus yang sedang mengalami masalah ). Ketika dia mulai menceritakan masalahnya, saya dan teman seperjuangan langsung berkata “ ieu mah lainna geus sering di caritakeun, naha asa mineng ieu carita di omongkeun¹ ”. Masalah yang sering diceritakan tersebut adalah komunikasi dan kekeluargaan. Ini yang belakangan ini menjadi faktor masalah yang memang dialami oleh angakatan sebelum meraka. Dengan pengalaman kami, kami hanya membatu dia ( adik kelas atau pengurus yang bercerita tersebut ) untuk membuka pikirannya untuk bisa berfikir lebih dalam menghadapi masalah yang dihadapi oleh mereka. Mencoba membuka wawasannya untuk belajar mandiri dalam memecahkan kasus tersebut. Mungkin karena kami sudah bosan karena sering memberi solusi yang tidak pernah teralisasi. Dan seperti itulah jalan keluar yang diberikan. Dan apabila memang masalah belum juga terpecahkan, kembali dilematika dihadapi kami dan dia akibat mereka.

Berbicara dilematika, saya jadi mengingat teman saya yang saya bantu untuk mendesain baju tersebut. Dan, shiiiitttt handphone (HP) saya tidak terbawa ketika tadi masih latihan teater. Dan keenakan ngobrol hingga lupa janji kepada teman saya. Ketika pukul 10 malam saya pulang, bergegas saya periksa hp saya dan terbukti 2 panggilan masuk dan 3 sms dari teman saya yang menanyakan tentang keberadaan saya. Dengan sungguh merasa bersalah akhirnya saya balas smsnya “ hampura hp teu kabawa, isukan isuk-isuk maneh bawa desain ka imah urang² “. Dan teman saya pun mengiyakannya. Dan setelah itu bergegaslah si pingki saya nyalakan dan segera menginstal corel draw agar tidak eror lagi seperti siang. Jam 11 malam desain rampung dengan cepat karena konsep sudah tergambar jelas dalam otak. Dan segeralah saya sms teman saya mengenai ini, dan teman saya pun membalas sms tersebut dengan “ tong poho di save ayeuna mah bisi eror deui ³ “.

Akibat kelelahan dari sekitar pukul 2.30 siang hingga jam 11 malam tadi berktivitas, perutpun jadi sasaran empuk musik keroncong. Setelah menuruni tanggal dan membawa piring dari dapur, untuk ketiga kalinya saya berkata shiiiittttt, “ ga ada lauk pauk “. Sepertinya belanda kembali tertawa karena penjajahannya kembali berlanjut karena orang Indonesia ada yang kembali makan dengan garam. Yah, saya makan nasi yang ditemani dengan garam. Sungguh sangat menyedihkan sekaligus stres ketika saya menulis status di sebuah jejaring sosial yang di komen teman saya. Seperti inilah status dan komentar tersebut.

Agung Teguh Satria Pratomo
ketika peuting-peuting harus dahar dengan uyah
      Perempuan II menyukai ini.

            Perempuan I
bukannya tu makanan favorit ya..??wkwkwk..P

            Agung Teguh Satria Pratomo
ini namanya bakat.
bakat teuing ku lapar.haha

            Perempuan II
ahahah sanesna ka bumi atu. ieu seueur kneh rencangna.

            Agung Teguh Satria Pratomo
aduh meni repot-repot teuing atuh nyuruh agung ke abdi negara teh.

            Perempuan II
ahahah kburu wareg tiheula nya?? hok sing wareg..

            Agung Teguh Satria Pratomo
sangat wareg sekali, uyah dengan kadar yodium maksimal dan nasi sisa keluarga dengan hanya porsi tidak jauh beda dengan makanan cepat saji di kaepsi.
*sungguh sangat tragis

            Perempuan II
sabar...
besok pasti nemu banyak uyah..

            Agung Teguh Satria Pratomo
besok semoga bertemu uyah lagi. Amiennn
dengan di purulukan daging setengah kilo dan sedikit pelengkap cita rasa yaitu dorokdok.

            Perempuan II
lmun leres aya dorokdok kirim k bumi nya.

            Agung Teguh Satria Pratomo
tungguin aja.
            kalo lama ke kirimnya berarti pending.

            Perempuan II
nyangsang dmn tah?

            Agung Teguh Satria Pratomo
ntah?
haha, reaksi dari peraduan uyah dan peuting-peuting ini telah mengkibatkan gangguan otak atau sering di sebut "kabetot"

            Perempuan II
sugan teh kabenyeng..
pkona mah d antos.

            Agung Teguh Satria Pratomo
hampir mirip, sama seperti bebelegugan.
yah tunggu saja, soalnya provider saya suka mengalami gangguan kalo disuruh mengirim dorokdok.
*stres stadium berat, tukang nasi goreng tidak ada yang ngalewet

            Perempuan II
asik nasi goreng.. kirim k sni ya. ahahah ganti providernya sm yg bisa ngirim rumah.

            Agung Teguh Satria Pratomo
iyahhh, apeu asik nasi goreng.
mun aya juga moal di bere saya susah payah ngadagoan ieu mang, dan sayangnya tidak ada :(
nah nanti saya akan beli itu provider yang bisa sms ke telepon umum

            Perempuan II
ke abdinegara ada tukang nasi goreng yg enak pisan. ngke kpan2 d beuliin.. jualan sk ampe jm 2 subuh.
*ahahah lapar mode on pemirsah.

            Agung Teguh Satria Pratomo
wah ide yang bagus itu masalah di beliin mah, tapi ada 1 yang mengganjal. itu kalo belinya harus jam 2 subuh.

            Perempuan II
ga begitu maksudnya.
bukanya jam 5 sore. jualannya ampe jam 2 subuh. nah skrg lg kelaparan kan? siapa tau aja mu beli kesini..

            Agung Teguh Satria Pratomo
selalu siap untuk makannya mah.
yang tidak siap itu membelinya.

            Perempuan II
sabarlah menanti yang melewat sekarang mah..

            Agung Teguh Satria Pratomo
itu yang membuat sangat kesal.
efek nasi dan uyah tadi telah hilang dan kini keroncongan berdendang lagi.
*sungguh sangat naas

            Perempuan II
masak nasi we sakeupeul. ngke makan deui jeung uyah. haha

            Perempuan II
*sungguh miris nasibmu malam ini...

            Agung Teguh Satria Pratomo
terasa sangat kagok masak sakeupeul.
sepertinya perut dan mata sangat berkolaborasi dengan baik untuk menyiksa saya, ketika perut mulai berputar-putar dan mata trus saja cenghar hingga tema hari ini, inisomnia dengan keadaan lapar.
*sekali lagi, sungguh sangat naas.

TETAP SEMANGAT TEMAN DAN SAYA KHUSUSNYA
*Edisi strezzz, bwhahaha 

     ¹ ini bukannya sering diceritakan, kenapa sering dibicarakan
     ² maaf hp tidak terbawa, besok pagi-pagi kamu bawa desainnya ke rumah saya
     ³ jangan lupa di save sekarang takutnya eror lagi
*dan ketika posting ini di terbitkan tukang nasi goreng tak kunjung lewat, dan lapar hingga Arsenal vs Barcelona bertanding.
READ MORE - 16 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Tempat Belajar Formal || Teater || Komputer || Jejaring Sosial

14 Feb. 11 || Rumahku Istanaku || Komputer


14 Feb. 11

Melihat pada home sebuah jejaring sosial, banyak status yang menceritakan tentang hari dimana kita mengungkapkan kasih sayang. Salah satu dari status tersebut berbunyi “Nothing Special”, ada yang berbunyi “Bukan hari ini aja memberikan kasih sayang” yang lebih banyak terlihat adalah “Fucklentine”,  dan blablabla berbagai macam tentang status mengenai mitos 14 februari. Mungkin kalo di cermati dari tiga contoh status tersebut , mereka berfikir bahwa hari ini bukan hari yang spesial yang harus dibangga-banggakan dan mungkin bahkan di rayakan. Malah status yang banyak terlihat tadi, seakan orang yang membuatnya benci terhadap mitos pada tanggal ini. Tetapi apabila kita cermati, sebuah kata-kata atau perbuatan yang menunjukan bahwa kita benci atau tidak suka terhadap sesuatu, itu adalah kebalikan dari yang mereka rasakan sebenernya. Menurut pemikiran orang yang tidak pernah belajar formal tentang sastra ini, kata-kata kebencian tersebut menunjukan bahwa mereka peduli kepada apa yang mereka hina atau mungkin mereka cemburu terhadap suatu kaum karena mereka mempunyai budaya seperti itu. Apapun itu yang jelas semua punya cara pandang yang berbeda mengenai hal ini. Saya sendiri bukan orang merayakan mitos tanggal 14 ini. saya hanya berbagi pemikiran tentang bagaimana menyikapi suatu kebiasaan. Lebih banyak kalian mengumbar kemarahan lebih banyak lagi orang yang peduli menyikapinya. Bersikaplah lebih dewasa, gunakan pikiran bukan kekutan dan emosi. Manuisa terlahir berbeda, maka pandanglah perbedaan itu dengan suatu keindahan. Lebih baik diam daripada mempeributkan kejelekan suatu golongan.

Yang harus di “Fuck” itu adalah “Rasis” :D

ATSP || 2011 || Pemikiran || Perbedaan
READ MORE - 14 Feb. 11 || Rumahku Istanaku || Komputer

13 Feb. 11 || Kiara Payung || Teater || Maladate


13 Feb. 11

Matahari belum juga naik, tapi saya harus segera bersiap untuk rangkaian kegiatan acara maladate teater. Saya selaku kakak pendamping ikut andil dalam acara ini karena saya di minta bantuan langsung oleh para panitia kegiatan. Acara yang rencana dimulai pukul 8 berubah waktu menjadi jam 9 karena keterlambatan para peserta. Kegiatan yang mengutamakan kekompakan dari setiap peserta dan bagaimana menjaga amanat ini menjadikan acara semakin panas ketika para peserta melanggar banyak aturan yang telah ditetapkan panitia. Bukan sebuah unsur penindasan kepada adik kelas atau penyiksaan terhadap junior. Yang di tekankan pada kegiatan ini bagaimana rasa tanggung jawab penuh terhadap apapun yang telah di berikan dan di bebankan kepada mereka. Tangisan tidak tertahankan ketika mereka mengakui kesalahan yang mengkibatkan hasil latihan teater para panitia dan alumni dipertontonkan di depan peserta. ketika acara berlasung kekeluargaan mereka terlihat ketika para panitia akan melepaskan pegangan tangan yang menyatukan mereka, dan alhasil tendangan dan omongongan “Mereka Keluarga saya” + tangisan yang begema terdengar sangat dramatis. Saat matahari ingin kembali berpindah ke arah barat kegiatan acara terselesaikan dengan basahnya tubuh para peserta dan sebagian panitia disertai tawaan renyah pelepasan beban yang mereka hadapi sekitar tujuh jam berlangsung kegiatan. Teruskan perjuangan mu brotah, ini awal dari kalian berkembang hingga jauh. Jadikan kenangan manis ini adalah suatu hal yang pertama ketika kalian mengingat 13 Feb.

* Jadikan kenangan manis ini adalah suatu hal yang pertama ketika kalian mengingat 13 Feb.

ATSP || 2011 || Kekeluargaan || Tanggung Jawab
READ MORE - 13 Feb. 11 || Kiara Payung || Teater || Maladate

12 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Televisi


12 Feb. 11

Pagi menjelang siang, sebelum saya berangkat ke tempat latihan teater, saya coba sempatkan untuk menonton televisi terlebih dahulu. Target utama yang saya cari ketika itu adalah berita hari ini. Dan sayangnya saya tidak menemukan, mungkin kerena sudah menjelang siang. Kebanyak dari chanel yang saya cari semua berisikan tentang sinetron dan acara gosip yang mempertontonkan sebuah industri komersil. Setelah dengan susah payah karena remot tv yang rusak dan akhirnya manuality kembali, sebuah siaran talk show membicarakan tentang kehidupan penyanyi jalanan atau sering disebut pengamen. Pembicara yang hadir saat itu diantaranya, Kak Seto-Psikolog anak, Andrea Hirata-Penulis, Anto Baret-Kelompok penyanyi jalanan, dan satu lagi saya lupa namanya tetapi dia adalah seorang ahli pendidikan. Perbincangan ini menjadi sangat menarik ketika para ahli dalam bidangnya tersebut bercerita berbagai hal mengenai kehidupan jalanan. Berbicara tentang kerasnya kehidupan jalan, setiap orang yang mempunyai hak pendidikan, persaudaraan yang terjalin di jalanan, dan banyak lagi yang bisa saya tangkap saat itu yang tidak bisa di ungkapkan pada tulisan ini. Dan bahkan Andrea Hirata pun pernah menjadi seorang pekerja seni jalanan ketika dia sedang melanjutkan studinya di luar negri. Sungguh sangat menarik perbincangan ini ketika Anto Baret membicarakan soal empat tipe pengamen di Jakarta. Pertama, pengamen selingan. Pengamen ini adalah oranga yang ketika siang dia mencari kerja dan malam hari dia harus mengamen untuk menyambung hidup. Kebanyak mereka adalah orang yang merantau. Kedua, pengamen sebagai batu loncatan. Orang ini melakukan pekerjaan mengamen untuk mencari batu loncatan untuk menjadi artis. Mungkin seperti kelanting sekarang itu. Orang yang melakukan ini juga kebanyakan adalah perantau. Yang ketiga, pengamen iseng. Jenis pengamen ini kebanyakan mahasiswa atau siswa yang hanya iseng mengamen untuk menambah uang sakunya. Dan yang terakhir adalah pengamen yang memang profesinya pengamen. “Dan tidak ada pemuda Indonesia yang bercita-cita sebagai pengamen”, ini yang selalu di tekankan oleh Anto Baret. Perbincangan pun harus dihentikan ketika acara Bangkit Indonesia tersebut harus berakhir. Thx mas-mas, akang-akang, bapa-bapa perbincangan yang suguh memotivasi saya untuk lebih menghargai sebuah karya seni dalam bentuk apapun dan dari siapapun.

*Dan tidak ada pemuda Indonesia yang bercita-cita sebagai pengamen-Anto Baret

ATSP || 2011 || Kehidupan Jalan || Pemikiran

12 Feb. 11

Sore ketika malas menerpa yang hingga membuat televisi menjadi ide terakhir untuk menghilangkan jenuh. Disaat itu pula club sepak bola yang berasal dari negri sendiri bertanding dengan club dari tim thailand. Pertandingan yang di selenggarakan dalam rangka piala champion asia ini dimenangkan dengan cara adu pinalti oleh club dari Indonesia. Sangat terasa atmosfir ketegangan saat adu pinalti dipertontonkan. Club yang bertanding padahal bukan club favorit saya, tapi mungkin karena dalam rangka piala asia yang bisa mengakat nama negara. Akhirnya rasa nasionalisme saya bergejolak dengan sendirinya. Mulut ini tak kunjung henti-hentinya berkomat-kamit memberi doa kepada club tersebut. Dan mungkin komat-kamit saya manjur dengan berakhirnya pertandingan yang di menangkan cub dari Indonesia.

Setelah kemenangan yang didapat dengan susah payah oleh club tersebut. Saya coba pindahkan chanel televisi saya ke program berita sore. Berita yang pertama kali saya lihat pada saat itu adalah tentang tragedi bunuh diri dengan cara lompat dari lantai 22 apartemen yang tidak disebutkan namanya. Berita yang cukup mengenaskan yang dilakukan orang tersebut membuat saya agak miris mendengar beritanya. Karena, bunuh diri ini memang sudah direncanakan oleh orang tersebut. Yang membuat saya merasa sangat miris ketika di temukannya buku harian si korban yang menceritakan kenapa si korban ingin melakukan bunuh diri tersebut. Tercatat dalam buku harian si korban dia melakukannya karena sakit hati telah putus kasih sayang dengan mantan pacarnya (saya menggati kata cinta dengan kata kasih sayang). Sungguh sangat menyedihkan sekaligus membuat setiap orang yang mendengar menjadi merasa sangat miris. Seharusnya orang tersebut bisa berfikir lebih jernih dalam menentukan keputusan yang akan dia ambil. Dan mungkin seharusnya dia tau, cara tersebut bukan cara yang bagus untuk menyelesaikan masalah. Brotah, kita belajar berfikir dewasa brotah.

Never give up MasBrooo

ATSP || 2011 || Nasionalisme || Warta Berita
READ MORE - 12 Feb. 2011 || Rumahku Istanaku || Televisi