Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Sakitnya tuh di disini, malu sama kucing, dan Indonesia raya

Coba seberapa sering kita mendengarkan musik? Musik lokal atau interlokal? Ada yang pernah menghitungnya? Jelas tidak pernah, kita hanya menikmatinya bukan mau itung itungan, nikmat tidak bisa dikalkulasi.

Di dunia yang serba cepat ini kita tidak pernah menduga apa yang akan terjadi dikemudian hari. Seperti meme 'sakitnya tuh di sini'. Siapa yg menyangka meme tersebut akan menjadi buah bibir orang banyak yang padahal dulu cuma netizen saja yang menikmatinya. Kini ibu-ibu pengajian, bapak petani, anak ingusan, dan remaja yang masih minta bantu operator warnet untuk kirim email, semuanya tahu ada 'sakitnya tuh di sini. Yah, kita harus berterima kasih kepada Cita Citata yang telah mempopulerkan lagu itu. Lagu dengan genre dangdut remix yang saat ini sedang hepening dan telah mengalahkan koplo jingkrak, kini sudah menjadi perbincangan seluruh Indonesia. Jadi siapa yang tidak tahu lagu ini, kalian ketiggalan jaman bray. Kalau kita tanya orang yang suka musik underground, seperti metal, hardcore, punk, dll, apakah mereka tahu 'sakitnya tuh di sini'? Mereka akan tahu, karena media bahkan penjual mp3 bajakan pinggir jalan memutar lagu ini. Tapi apakah mereka akan suka? Mungkin sebagian akan suka dan sebagian akan jawab 'sudi teuing ah' (re: tak sudi aku). Terlepas dari suka atau tidak suka yang pasti kita sudah tahu dan hafal sedikit nada-nadanya, minimal reff.

Tak kalah dari 'sakitnya tuh di sini' ada lagu anak yang kini juga menjadi bahan obrolan ketika kumpul teman. Yap, 'malu sama kucing' yang dinyanyikan oleh adik kandung dari Bastian Steel mantan anggota Cowboy Jr, Romaria. Dari hujanan lagu cinta remaja kini hadir lagu anak dengan lirik lumayan buat anak dan dinyanyikan oleh anak, dari anak oleh anak untuk anak. Sebetulnya lagu seperti ini bukan kali ini saja. Tahun 90an lagu anak bahkan menjadi yang terdepan di stasiun televisi, hanya kalah dari dewa 19, wayang, dan basejam. Hampir seluruh televisi nasional mempunyai program tersendiri untuk anak, seperti cilukba, tralala trilili, dunia anak-anak, dan lainnya. 'Malu sama kucing' jadi penyegaran edukasi anak melalui lagu. Selain buat anak, jomblo pun bisa, jangan nangis mblo malu sama kucing.

Kedigjayaan lagu senantiasa akan berubah setiap waktunya, kita pasti akan disuguhkan dengan lagu baru yang lebih hits nantinya. Tapi sesuatu yang jelas, Indonesia Raya pasti ada setiap akhir siaran televisi.

Rancaekek, januari 2015

READ MORE - Sakitnya tuh di disini, malu sama kucing, dan Indonesia raya

Kartun spongebob dan kapitalisme

Kalian pasti tahu sinema kartun televisi dari nikelodeon yang menceritakan suatu spon berwarna kuning yang hidup di bawah laut dengan beberapa teman lautnya. Seperti bintang laut, gurita, siput, kepiting, dan bahkan tupai yang hidup di laut. Kartun ini telah diminati oleh berjuta orang diseluruh dunia tanpa terkecuali dinegara Indonesia. Di Indonesia hampir setiap hari pada waktu kisaran pagi, sore, dan senja menuju malam, kartun ini ditayangkan disalah satu stasiun televisi swasta. Maka dari itu jangan aneh apabila banyak adik-adik kita yang malas untuk sekolah saat pagi maupun mengaji (red-agama Islam) saat sore atau senja. Tapi disini kita tidak membahas dahulu soal jam tayang dari kartun tersebut.

Sesuai judul artikel diatas kita akan coba bahas mengenai tidakan yang secara tidak langsung mengajarkan kita untuk berbuat kapitalisme dalam kartun tersebut. Kapitalisme dalam kartun tersebut diajarkan oleh tokoh kepiting yang gendut bernama Mr. Crab yang memiliki usaha Kraby Patty. Mr. Crab adalah salah seorang yang kapitalis dalam kartun tersebut. Kenapa? karena :

- Pertama, Mr Crab mempekerjakan Spongebob yang apabila kita lihat adalah anak yang masih dibawah umur. Dilihat dari Spongebob yang masih suka bermain seperti anak kecil dan ada pada beberapa episode Spongebob mengakui bahwa dia masih anak dibawah umur, dan kalau tidak salah dari salah satu episode, Squidward memarahi Mr. Crab dengan dialog "kau telah mempekerjakan anak kecil". Dan pada kenyataannya para pengusaha tidak memperbolehkan anak dibawah umur untuk bekerja. Hanya kapitalis yang mempekerjakan anak dibawah umur karena bisa mengurangi beban gaji pegawai, karena anak di bawah umur gajinya sangat murah.

- Kedua, seperti pembahasan diatas bahwa kapitalis selalu menggaji pegawainya dengan harga murah, didalam kartun itupun Mr. Crab sang pemilik usaha rumah makan menggaji sangat murah terhadap Spongebob dan Squidward sebagai pegawai di tempatnya dengan jam kerja yang sangat padat. Pernah pada episode tertentu Mr. Crab membuat restorannya untuk buka 24 jam nonstop tanpa mengganti dan menambah gaji pegawainya.

- Ketiga, tokoh Squidward yang dikenal sebagai pecinta seni dan pemberontak, selalu dijadikan semacam mainan oleh Mr. Crab yang mempunyai kuasa penuh terhadap hidupnya yang bekerja terhadapnya. Ada dalam salah satu episode tentang Squidward yang menuntut kenaikan gaji dan kehidupan yang layak malah dipecat dari pekerjaannya karena menurutnya "masih banyak yang ingin menjadi pegawai disini". kata-kata yang ditandai dengan kutip ( "" ) menandakan bahwa memang sedikit banyak kartun tesebut mengajarkan kita untuk menjadi kapitalis.

Kita harus menyadari bahwa kita telah diancam oleh sistem yang tidak sesuai dengan hak asasi manusia yang banyak merampas kebebas masyarakat untuk beraktivitas. Entah apa yang kalian pikir tentang tulisan ini. Saya tidak memungkiri bahwa saya juga penonton dari serial kartun tersebut. Tetapi kita harus bisa menyaring segala kenegatifan yang ada dalam kartun tersebut. Mungkin tidak hanya kartun tesebut, beberapa bahkan banyak kartu yang kini telah banyak mendokrin kita untuk berbuat yang tidak sesuai.

Apapun yang kalian pikrikan, nilailah dengan hati kalian sendiri.

1182011
*Arti kapitalis bisa kalian cari di google.com
READ MORE - Kartun spongebob dan kapitalisme

Hari kemerdekaan bertepatan dengan bulan Ramadhan

 Perayaaan 17an yang setiap tahun biasanya diadakan dengan lomba-lomba yang beragam seperti balap karung, balap kelereng, makan kereupuk, panjat pinang, bakiak, dan berbagai macam permainan lainnya mungkin sekarang tidak bisa dilakukan dengan sangat meriah. Kenapa? Karena, hari kemerdekaan sekarang bertepatan dengan bulan Ramadhan, dimana sebagian besar orang indosenesia mayoritas beragama muslim dan menjalankan ibadah shaum. Dengan adanya rutinitas ibadah shaum otomatis segala kegiatan kurang sempurna untuk dilakukan.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mengisi perayaan dirgahayu republik Indonesia tahun ini? pertanyaan yang sering terdengar dan terlontar dari masyarakat. Apakah kalian pernah mempelajari sejarah  saat kejadian proklamasi dibacakan oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno? Pada saat pembacaan teks proklamasi itu adalah pada saat hari jumat dan tepatnya bulan Ramadhan dimana saat itu kebanyakan dari warga Indonesia sedang melakukan shaum.

Ini seharusnya dimanfaatkan oleh orang-orang Indonesia karena, kita sedang mengalami dejavu tentang kejadian yang pernah kita alami beberapa tahun kebelakang. Kita tidak harus merayakan dengan pesta-pesta besar seperti yang dilakukan tahun-tahun kemarin. Dengan berdoa bersama kita telah menghargai para pejuang kita yang telah lelah mendapatkan kemerdekaan ini. Apalagi 17 agustus sekarang bertepatan dengan tanggal 17 dibulan ramadhan, dimana tanggal 17 ramadhan itu adalah hari dimana Al-quran diturunkan atau sering kita sebut “Nuzul Quran”.

Betapa kita seharusnya bangga menjadi warga Indonesia yang sebentar lagi memasuki usia 66 tahun, umur dimana kita sudah mencapai tinggat kedewasaan yang sangat power full. Dimana hari kemerdekaan kita bertepatan bulan ramadhan dan tetap pada Nuzul Quran. Semoga dengan ketidaksengajaan ini kita semua diberi kebaikan, terutama untuk Indonesia yang sedang tertidur panjang.

Indonesia, ayo bangun, cepat cuci muka.
READ MORE - Hari kemerdekaan bertepatan dengan bulan Ramadhan

Straight Edge

Pernah suatu ketika ketika saya sedang berada di lingkungan sekolah menengah atas (SMA). Saya lihat ada seorang siswa dengan tanda silang di tangan kirinya. Coba iseng saya tanya ke anak itu magsud dia menggunakan tanda silang di tangannya. Dia menjawab, “hardcore, kang”. Terus coba tanya lagi apa dia tahu arti dari lambang itu. Dia jawab lagi, “ah hardcore aja kang, ga tau artinya mah”. Serentak saya dan teman saya tertawa mendengarnya.





STRAIGHT EDGE

Straight Edge adalah istilah gaya hidup dari komunitas underground yang terkenal dipelopori dari penikmat musik punk/Hardcore. Straight edge adalah suatu gaya hidup dengan tidak merusak tubuhnya dengan hal-hal yang berbau alkohol, nikotin, obat terlarang, ganja, dan semua yang bisa merusak tubuhnya, sex bebas, dan bahkan ada di beberapa negara gaya hidup straight edge di jadikan vegetarian, mereka yang straight edge tidak memakan daging, karena menurut mereka setiap bintang juga mempunyai hak untuk hidup.

Ian MacKaye adalah yang pertama kali memproklamirkan gaya hidup tersebut. Straight edge bermula pada tahun 80an. Scene punk/hardcore yang dahulu kental dengan gaya hidup hedonis dan urakan membuat citra komunitas mereka menjadi kacau, serentak banyak perubahan ketika Ian MacKaye yang dianggap sebagai Founding Father Straight Edge, yang saat itu adalah adalah vokalis dari band punk/hardcore Amerika benama Minor Threat, membuat sebuah lagu berjudul Straight Edge. Dia beranggapan bahawa, dia suka musik hardcore, dia suka memainkanya, tetapi dia tidak suka dengan gaya hidup mereka yang seperti itu. Lalu terciptalah gaya hidup Straight Edge yang dari tahun-ketahun mengalami banyak kemajuan.

Straight edge berkembang dari masa-kemasa. Pernah ketika tahun awal 90an, penganut gaya hidup tersebut menjadi sangat ekstrem. Mereka banyak melakuan kekerasan terhadap orang yang mamakai atau yang minum alkohol. Tetapi ketika tahun 90an berjalan, para penganut gaya tersebut mengembalikan citra straight edge yang sempat hancur, mereka mengembalikan straight edge yang tidak mengenal kekerasan, dan kini straight edge bisa kembali di terima masyarakat luas.

ARTI LAMBANG XXX

Arti lambang XXX pada xSTRAIGHTxEDGEx atau xSxEx dan masih banyak lagi, mempunyai arti X yang pertama tidak merokok, X yang kedua tidak meminum alkohol, dan X yang ketiga mempunyai arti tidak melakukan sex sebelum menikah. Sebagian orang menyerukan dirinya straight egde dengan menempelkan tanda X pada punggung tangan atau pada baju-baju mereka.

Awal dari lambang X yang digunakan para penganut gaya hidup yang sangat menyehatkan menurut banyak kalangan ini adalah. Berawal dari setiap anak yang belum cukup umur untuk meminum alkohol menurut ketentuan hukum di Amerika, anak  yang akan memasuki sebuah bar akan diberi tanda X pada punggung tangannya sebagai tanda dia belum bisa mengkonsumsi alkohol.

Hingga sekarang gaya hidup straight edge ini sangat dinikmati banyak kalangan di seluruh penjuru dunia. Menurut mereka, selain bisa  menjadikan hidup lebih sehat, straight edge pun menjadi sebagai pengaruh positif bagi perkembangan moral.
READ MORE - Straight Edge

Sekolah atau modal usaha

Pagi tadi harus segera begegas ke sekolah dimana empat tahun lalu saya harus hengkang dari sekolah tersebut karena mendapat surat bertanda lulus. Saya harus membantu mempersiapkan pertunjukan ekstrakulikuler teater, tempat dulu saya mendapatkan ilmu seni dan teater. Pertunjukan itu bertujuan untuk menarik minat siswa baru untuk masuk. Hingga saat saya sampai dan besiap untuk menonton pertunjukan tersebut. Di sekeliling lapang upacara tempat berlangsungnya pertunjukan, para peserta didik yang baru masuk terlihat lebih lenggang atau terasa lebih sedikit jumlah siswa dibandingkan tahun-tahun kemarin (setiap tahun saya menghadiri pertujukan untuk menarik minat siswa baru tersebut). Entah ada berapa jumlah yang masuk sekarang, yang jelas koridor kelas yang biasanya penuh di tempati para siswa baru kini terlihat sangat sepi, hanya para kakak kelas dan guru-guru yang memenuhi koridor tersebut.

Sediktit berperasangka apakah akibat dari besarnya biaya masuk? Saya mengetahui berita biaya masuk ke sekolah itu kini sangat mahal, mencapai 4,5 jt untuk biaya yang disebut uang bangunan (ngebangun apalagi?). Kabar itu saya dapat dari obrolan ibu-ibu tetangga yang membicarakan soal anaknya yang masuk sekolah tersebut. Dan mendengar kabar uang Bpp atau uang bulanan sekitar 200 per bulan. Mantan sekolah saya ini adalah sekolah negeri, yang notabene segala sesuatu itu di tanggung oleh negara.

Pernah berbincang dengan teman sesama orang yang pernah merasakan sekolah disitu. Saya bertanya uang bangunan itu untuk apa? Gaji guru, ditanggung negara. Untuk pembangunan? Selama empat tahun saya keluar dari sekolah itu, sekolah tidak banyak mengalami perubahan secara bangunan, ada pembangunan masjid, itupun uang dari hasil dari sumbangan para siswa setiap harinya, dan kelas yang menyumbang terbanyak setiap minggunya akan diumumkan saat upacara senin berlangsung (sekalian tulis dikoran). Jadi untuk apa uang bangunan itu? Teman saya pernah bertanya waktu dia masih sekolah kepada guru disana, guru tesebut berkata, "uang bangunan itu adalah untuk biaya tak terduga yang dilakukan disekolah, contohnya apabila mau membuat kelas baru kita membuat proposal ke pemerintahan, sambil menunggu uang dari pemerintah cair (baca-didapatkan)". Kalau begitu uang bangunan itu tetap tidak terpakai sedikit pun, karena setelah uang dari pemerintah cair, uang bangunan itu akan kembali utuh. Jadi sebenarnya untuk apa uang bangunan diadakan disetiap sekolah, apakah di berikan kepada negera? Kalau iya untuk apa? Apa kurang hasil dari pajak? Atau siksaan yang dialami TKI kurang menghasilkan devisa yang besar? Atau terlalu banyak kebutuhan para pejabat negara dalam urusan sendiri. Anjing!

Backsound : Jangkrik
Movie : -
Book : -
Quotes : mereka bisa bertemu dan saling menyayangi adalah bagian dari rencanaNya - addygembel.multiply.com
Sumber gambar
READ MORE - Sekolah atau modal usaha

Investigasi Makanan Televisi


 Tadi liat di tipi berita investigasi soal makanan, emang bukan pertama kalinnya berita kaya gini ada di tipi2 nasional, tapi karena berita tadi saya jadi kepengen nulis. Beritanya kaya gini, ada penjual makanan menggunakan pewarna yang bukan seharusnya pewarna makanan, dia menggunakan pewarna kain, dan ada juga yang pake borak, dan lainnya dengan alasan untuk mengirit biaya dan memperkuat makanan untuk beberapa hari kedepan. Tadi di tipi itu diliatin para oknum itu dari mulai membeli perlengkapan, meracik, dan menjualnya kembali, tapi memang dengan gambar dan suara yang disamarkan.

Tapi yang anehnya, tiap liat berita investigasi macem kaya gitu, kenapa orang yang jadi tersangkanya adalah para penjual makanan tradisional atau jajanan pasar atau juga para penjual kecil, kaya tukang keliling yang suka dagang di sekolah-sekolah. Kenapa ngarahnya ke para pedangang kecil mulu, emang ga ada para pedangang gede yang pake kaya gituan, ga nutup kemungkinan juga kan para pedagang gede pake kaya gituan, kenapa ga dicari atau di telusuri, harus yah orang-orang kecil lagi yang kenanya. Terus mau-maunya lagi pedagang itu diwawancara terus nunjukin gimana mereka beraksi, apa namanya kalo bukan tolol kalo kaya gitu. Kalo emang yang investigasi udah tau, kenapa ga ditangkep aja, laporin ke yang berwenang biar diadili, ini malah di wawancara. Sama-sama tolol dong kalo gitu.

Jadi kita mesti ngapain?

Menurut saya, ga usah pada percaya deh kaya gituan. Orang-orang yang ada dibawah itu sangat mengerti pentingnya persaudaraan, saling menghargai, ga tolol-tolol amat kaya yang bikin acara tipi kaya gitu. Orang-orang penjual kecil meski dia hidup dengan apa adanya mereka ga bakalan berbuat kaya gitu, mereka juga tau yang mana yang salah yang mana yang bener. Mereka masih ngerti agama. Emang ga menutup kemungkinan mereka ngelakuin itu, tapi emang para pedagang gede mereka pada jujur. Mungkin aja karena mereka punya duit banyak, bikin acara kaya gitu buat bikin para konsumen ga beli makanan dari para penjual kecil terus pada pindah beli ke tempat dia/para pedagang gede. Ya, politik daganglah kalo bahasa agak kerennya. Sekarangkan orang-orang yang punya duit, jabatan, dan apapun yang ada hubungannya dengan kekuasaan sangat berkuasa dan ngelakuin apa aja. Yang jadi korban siapa? Kita! Sebagey rakyat kecil yang pengen hidup dengan sejahtera tapi ditindas terus oleh para penguasa. Mau diem aja ditindas? Kalau saya ga mau, saya melawan  meski dengan tulisan, mari bersama melawan kawan-kawan.

*maaf bukannya ga belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi lagi pengen nulis dengan bebas tanpa ada aturan baku.

Backsound : Pengajian Mesjid
pilem : Sang Pencerah
buku : Antropologi Mark
quotes : agama islam terlahir dengan terasingkan, maka bahagialah orang-orang yang terasingkan – dialog dari pilem Sang Pencerah

3 Juli 2011
READ MORE - Investigasi Makanan Televisi

Tragedi


Bergeges dia pergi
Mecari grasi ketika membutuhkan nasi
Dia hanya mendapatkan tai
Di bawah pohon dipinggir kali
Dia lapar, memakannya lalu mati

26 Juni 2011
READ MORE - Tragedi

Kemarin gerhana katanya?

Kemarin ku lihat purnama, tapi takku lihat gerhana.
Pagi tadi banyak yang bercerita keindahan malam, tak sedikitpun kelam.
Aku tak tahu karena tidurku cepat, untuk bangun cepat pula.
Tak mengapa, gerhana tak lebih indah dari purnama.
dari bulan november, dan dari embun pagi akibat hujan semalam.

16 Juni 2011
READ MORE - Kemarin gerhana katanya?

Kerinduan masyarakat terhadap ORBA


Riset mengenai kerinduan terhadap orde baru sangat membuat saya terkejut. Saya memang orang termasuk dari salah satu orang yang kontra terhadap pemerintahan orde baru yang memang banyak melakukan kejahatan terutama oleh presiden yang waktu itu berkuasa. Presiden yang memimpin orde baru adalah pemimpin yang paling otoriter sepanjang kepresidenan diIndonesia. Ada juga kejahatan yang dilakukan saat kepemerintahan orde baru, pemerintahan saat itu sangat banyak melanggar HAM, diantaranya penculikan dan penembakan para aktivis yang menentang ke-diktatoran orde baru. Yang ketiga presiden pada jaman orde baru termasuk presiden terkorup sedunia yang telah banyak melakukan tindak korupsi bertriliun-triliun rupiah.

Seorang aktivis salah satu yang ikut menghancurkan rezim orba berpendapat pada salah satu acara di sebuah stasiun televisi swasta, beliau berkomentar bahwa saya memang setuju atas kerinduan rakyat terhadap orba karena, masyarakat itu tidak mengetahui bahwa rezim orba banyak melakukan kejahatan. Di Philipina presiden yang pernah melakukan tidak korupsi masih di cari uang yang di korupsinya sampai sekarang, tapi di Indonesia tidak ada penegasan terhadap mantan Presiden Soeharto yang melakukan tidakan korupsi bertriliun-triliun rupiah. Di negara-negara eropa banyak yang menghukum para pemimpinnya yang melakuan pelanggaran HAM, sedang di Indonesia tidak pernah terdengar bagaimana orang-orang yang terlibat dalam penculikan dan penembakan aktivis di hakimi atau di beri sangsi yang setimpal. Beliau juga menjelaskan bahwa Presiden SBY adalah anak emas pada saat orba, mungkin jadi beliau menyembunyikan bahkan melanjutkan cita-cita orba.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus di benahi oleh para pemerintahaan sekarang, pekerjaan rumah jaman dahulu dan pekerjaan rumah yang akan di hadapi nanti. Semoga para bapak dan ibu yang berada di pemerintahan bisa memnjalankan tugas atau amanat yang di berikan kepada mereka.
20 Mei 2011 Bandung, Rancaekek
READ MORE - Kerinduan masyarakat terhadap ORBA

Dalam 1 2 3 Sebuah Karya

Tiga hari sudah saya terbang bersama jutaan mimpi yang memang saya kehendaki datangnya dalam dunia. Bersama desir keluarga yang memang di inginkan keberadaannya. Keluarga ini bukan keluarga dari silsilah kakek buyut, tapi keluarga yang memang keturunan dari manusia peratma didunia, Adam. Tiga hari kurang dari beberapa jam ini saya kuras tenaga bersama cikal bakal generasi penerus budaya, semoga. Sekitar belasan hingga mencapai dua puluh lebih anggota menghadiri sesi dimana perubahan segi akting dari panggung menuju gambar bergerak.

Rencana para tetua menyampaikan keinginannya dalam hal memperbaiki sesuatu dalam kegiatan di masa liburan, berubah menjadi agenda dalam mencitrakan sebuah karya seni di bidang akting. Sebuah film pendek yang entah berdurasi berapa menit di mulai hari senin hari, saat matahari berjelagar pada sudut seratus dua puluh derajat setelah sunrice. Sekitar kurang lebih jam satu siang beberapa anggota dan simpatisan ingin mengeluarkan ekspresi dalam tidakan nyata. awal langkah sebuah cerita tentang anak remaja sekolah yang mendapat guncangan saat ujian akhir yang gagal akhirnya meninggal, ternyata menjadi sebuah film yang menghabiskan banyak tempat waktu bahkan pemain. Yang terpenting saat ini adalah suarayang akan di hasilkan oleh handycam atau camera digital yang akan di gunakan nanti pasti akan sangat jauh kualitasnya.

Cerita tanpa suara dengan tiga wanita dan satu bangku taman yang mengisahkan beberapa kejadian akan di angkat menjadi sebuah perubahan komunitas teater sekolah. Konsep yang sudah matang lalu di kaji ulang berdasarkan kemampuat dalam tehnologi yang di miliki setiap simpatisan yang akan mengikuti peperangan ini. Handycam dangan kualitas yang tidak begitu megah yang di pinjam seorang teman dan sebuah kamera digital dari simpatisan yang akan menghajar jalanan, di gunakan untuk sebuah mahakarya dari anak berumur belasan dalam menaklukan perubahan jaman. Dan beberapa jadwal pengambilan gambar yang di mlai dari pagi hingga sore sebelum magrib.

Hari ke-dua dimana hari yang menentukan para anggota yang berlalulalang didepan kamera di bagi ketika matahari belum mencapai batas bumi, jam sepuluh pagi. Sekitah dua puluh lebih orang memadati teras rumah seorang anggota yang lebih tua dari umur mereka. Di mulai pembagian tugas dari setiap seksi yang tidak begitu banyak keperluannya dan yang terpenting adalah pemilihan karakter yang cocok untuk beberapa adegan dalam tiga sesi karakter pemeran. Sore setelah berkumandang adzan ashar semua terselesaikan dalam hal pembagian dan semua berpulang untuk mempersiapkan kenyataan.

Penentuan peperangan di mulai hari ini, hari ke-tiga setelah dari hari senin kemarin merumuskan beberapa faktor utama yang akan di hahapai sekarang. Disebuah lapang yang berbentuk segitiga kami melakukan tes jalanan yang berujung pada pengmbilan gambar yang tidak begitu sempurna tetapi menjadi sangat berirama. Ketika matahari yang malu-malu mulai memperlihatkan batang hidungnya sedikit demi sedikit, kami memulai proses tersebut. Semua yang berada disekeliling kami adalah orang yang awam dalam kegiatan seperti ini. Entah berawal dari mana ini dilakukan yang jelas kami sudah langsung memproses pengambilan gambar dalam skala yang tidak cukup besar. Sesi pagi terelesaikan dalam waktu beberapa menit tidak lebih dari 3 jam kami berlama-lama disana. Sesi istirahat dan jam tiga mulai edisi dua.

Awan sedikit temarau, hitam dan agak pucat, tapi untungnya sinar matahari masih ada meski sedikit dari yang di perkirakan. Pengambilan gambar di mulai. Semua terlihat tetawa renyah menyaksikan temannya beradu dengan kamera yang hanya beberapa pixel dengan kualitas jauh untuk sebuah film. Tapi semangat dari semua yang hadir itu yang menjadikan semua sangat berbahagia. Hujan mulai mengguyur bumi, dan lapangan segitiga yang ditempati. Seribu kali bersyukur karena pengambilan gambar yang terakhir adalah saat dimana suasana hujan dan gerimis yang berhadapan dengan sebuah bangku yang menghadap perlintasan kereta api. Suara gemericik air yang jatuh dari dasar langit membuat suasana hangat dalam berhimpitan pada sebuah pos yang hampir tidak pernah terpakai. Riuh tawa dan guyonan dari para anggota membuat semakin hangat suasana yang sedang di selimuti jatuhnya air hujan. Hujan yang tak kunjung reda memaksa kami untuk melanjutkan perjalanan terhadap rumah yang terpisah dengan keadaan basah dan hangat tawa. Perjuangan kita belum berakhir dalam karya yang jenaka, hajar terus puaka dalam senja yang mendekati padamnya malam.

* 181920 Di bulan April 2011.
Kekeluargaan yang di rasa sore saat hujan 19 april lalu menjadi kopi penghangat suasana dingin jatuhnya air dari dasar langit, keindahan daun yang tertetes jutaan air menjadi background terindah dalam pekat langit sore itu. Besama semua disaat cinta berlabuh untuk nama bersama sebuah karya disekeliling keluarga.

 Tertanda 27 Apr. 2011 setengah jam sebelum tepat ke angka dua belas
READ MORE - Dalam 1 2 3 Sebuah Karya

Disurga kuceritakan cinta

Malam ini masih selalu membanyangkan menulis puisi, entah sedang puitis atau melankolis. Tertanda teman lama, saya bukan orang seperti anda, seorang pujangga, penyuka jingga ataupun magenta, dan bukan seperti bayi merintih memerlukan sebuah bongkah dada bersusu. Ingin sesekali mencoba merasa tersanjung dengan padung, atau dengan wanita berkerudung yang bersebelah pohon pinus memegang kamus. Kapan ingatan tentang senja ini berganti petang, dimana ibu merandang sinetronya terganggu siaran sepak bola ayah, dan adik perempuan masih ingin menonton cinta juga buaya. Malam ini semua berubah, tulisan esay yang tak karuan yang aku tulis beserta bintang tertutup awan. Bulan yang termalu melihat dunia, akhirnya memilih memanggil isrofil untuk meniup sangkakala. Usai dunia kita ceritakan disurga, betapa nikmatnya cinta.


backsound : katjie & piering
book : -
movie : -
quotes : saya nmelihat diri saya pergi, terbujur dingin tanpa ekspresi - adi gembel, puisi untuk 9 februari 2008
READ MORE - Disurga kuceritakan cinta

Manusia Sejarah Adalah Manusia Yang Menulis

Beberapa hari yang lalu sempat mengunjungi rumah seorang teman. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya, sekitar 1 km, dan karena jarak yang tidak jauh sepeda warisan kakek menjadi kendaran yang canggih untuk melawan pemanasan global sekarang. Hari yang sudah mulai menunjukan kehitamannya dengan matahari yang sudah tidak nampak, saya terus menjalankan sepeda meski gerimis dan jalanan yang becek akibat hujan sore tadi. Semangat untuk melakuakan sebuah pergerakan dibidang tulisan yang membuat api semangat saya berkobar. Saya dengan teman merencanakan untuk membuat sebuah bacaan kecil dengan media kertas yang sering disebut juga buletin.

Hari ini adalah hari pencetakan buletin yang rencananya akan menggunakan sistem potokopi dengan alasan keterbatasan dana. Sesampainya disana saya disambut dengan secangkir kopi dan beberapa batang rokok. Saya mencoba melihat sekeliling ruangan tempat bersemedi teman saya tersebut, begitu pabalataknya kamar teman saya tersebut. Tak lupa pandangan saya pun tertuju pada sebuah tulisan di sebuah papantulis putih yang digantung tepat di belakang komputer. Papantulis tersebut bertuliskan,

"Manusia sejarah adalah manusia yang menulis"

sempat terdiam ketika membaca tulisan tersebut, tulisan tadi membuat saya untuk flashback ke 1 bulan yang lalu, dimana diadakan acara 3 tahun mengenang insiden sabtu kelabu dan peluncuran buku "Memoar Melawan Lupa".

Sebuah peradaban manusia menjadi titik kebangkitan manusia itu sendiri, yang dimana sebuah tulisan menjadi simbol bahwa peradaban itu benar-benar ada. Dimana kita akan akan bisa mengetahui sejauh mana orang-orang sebelum kita memaknai kehidupan. Judul buku yang tadi diatas sangat menginspirasi saya untuk lebih mencintai sejarah, buku dengan 208 halaman yang berisikan tentang perjuangan komunitas bawahtanah yang sedang terpuruk akibat tragedi sabtu kelabu, menjadikan semangat menulis sangat mengebu-gebu. Memoar Melawan Lupa, melawan segala bentuk penghilangan kejadian terutama sejarah yang telah dibentuk untuk manusia yang lebih baik.

Seajarah manusia hanya dapat dibentuk oleh manusia itu sendiri, entah dengan apapun manusia dapat menjadikan sejarah sebagai pengalaman hidup.Tapi apakah yang dapat mengingatkan kita terhadap sejarah itu sendiri? Pada tulisan disebuah papantulis tadi tepampang jelas bahwa "tulisanlah" menjadikan manusia menghargai sejarah. Dalam bentuk apapun itu, sejarah tetap bisa diingat, dengan jurnal, puisi, esai, foto dan lainnya.

Kepedulian sejarah tiap orang kini telah berkurang dengan kurangnya minat baca dan tulis dari sebagian orang. Baca dan tulis adalah bagian dari pencitraan sejarah tentang kehidupan suatu golangan, komunitas, negara, bahkan individual manusia. Sebagai contoh kita bisa ambil dari buku diatas yang banyak berisikan artikel, esai, jurnal dan lainnya yang dijadikan sebuah buku untuk mengenang insiden tersebut dan terutama untuk mengenang para korban sebagai bentuk kecintaan sejarah.

Sebuah tulisan dapat mewakili kehidupan tiap orang. Tulisan berperan penting dalam peradaban manusia modern, dimana setiap manusia berperan penting dalam membangun sebuah kehidupan dunia ataupun untuk kehidupan pribadi. Tulisan dapat mewakili pemikiran dan perasaan yang dialami oleh seorang tersebut. Tulisanpun menjadi media inspiratif bagi kalangan orang yang menghargai sejarah hidup dan mencintai apapun yang telah dikarunia Alloh SWT.

*Sebelum anda tidak bisa menulis maka tulislah kehidupan semasa anda bisa menulis.
READ MORE - Manusia Sejarah Adalah Manusia Yang Menulis

Demokrasi Kita Dihianati

Pagi ini saya kembali menonton film tentang seorang anak negri yang terpaksa di asingkan karena di tidak mau hidup dalam kemunafikan. Cita-citanya hampir sama, menjadikan negara mempunyai rasa hak yang sama, tidak mementingkan suatu golongan agama, komunitas, organisasi, apalagi partai, dan bersih dari segala bentuk kecurangan negara. Pagi ini adalah pagi ke-10 bulan ke-tiga dari dari 7 tahun masa jabatan pemerintahan sby. Dimana masih kita rasakan kesenjangan sosial perbedaan ras, agama, dan partai politik. Kehidupan yang layak bagi para rakyat masih dari cukup, pemerintah hanya mengitung persentase tentang penurunan angka kemiskinan dengan data-data dari para antek-antek yang menginginkan kekuasaan tanpa menghiraukan keaslian dari data tersebut dan tanpa melihat realita kehidupan aslinya. Para militer kini asik di bawah kekuasaannya karena dia juga berasal dari militer. Para pegawai negri kini hanya disibukan dengan kenaikan gaji untuk membela suatu partai polotik. Para polisi disibukan dengan lalulintas yang semerawut dengan cara mengadakan razia jalanan yang berharap ada beberapa dari pengendara motor yang melakukan kesalahan dan memberi sogokan. Para oknum organisasi agama menghakimi agama lain yang menurutnya tidak pantas, padahal mereka sendiri tidak mengetahui apakah mereka benar. Para penguasa kapitalis berbahagia karena konsumen mereka semakin menyukai produk mereka dan hanya memberi keuntungan pemilik modal. Pemerintah disibukan dengan pengadaan tempat kerja baru. Dan media sibuk mencari iklan dan memberikan tontonan murahan agar rakyat lupa akan pemberitaan kerusakan di pemerintahan.

Pagi ini saya di temeni dengan lagu Aftercoma dan lagu band teman saya Harmony Of Tragedi. Karena menurut saya lagu itu yang cocok ketika kesemerautan negara yang belum usai hari ini. Seminggu kebelakan saya mendengar akan terjadi perubahan kabinet dan koalisi partai. Perubahan yang saya nilai hanya mementingkan partai dalam kekuasaan. Yang hanya mementingkan bagaimana suatu kelompok yang mengatasnamakan rakyat. Beras, cabe, dan bahan pokok lainnya juga kini menjadi sasaran utama kenaikan harga yang entah memang langka atau ada permainan dari para kaum kapitalis atau juga dari para pemerintah negara. Warga negara yang sebagian banyak para petani dengan hidup di bawah rata-rata pastinya mempunyai banyak pohon cabe atau padi, tetapi kenapa kalangkaan yang di dapat. apakah para kaum kapitalis sengaja, setelah harga naik baru mereka keluarkan untuk menambah keuntungan, atau para pemerintah yang sengaja agar kegiatan suap-menyuap dan korupsi mereka lancar tanpa diketahui rakyat karena rakyat sibuk dengan biaya hidup. Atau juga memang tanaman tersebut langka karena lahan gara petani semakin sempit. Pembangunan gedung, rumah dan tempat rekreasi yang membuat tanah garapan rakyat semakin tidak ada. Bahkan hutanpun kini menjadi sasaran utama mereaka. Dengan mengatasnamakan rakyat mereka mencoba menipu kita, entah para kaum pengusaha atau penguasa ataupun keduanya.

Coba kita teliti lebih dalam arti kata demokrasi yang dianut pemerintahan sekarang. Apakah pendapat mahasiswa yang berdemo hampir setiap hari itu didengar, apakah para pemerintah menanggapinya. Yang menganggapi itu sekarang hanya polisi yang bertugas mengawal pendemo, dan ketika pendemo menuntuntut berdiskusi dengan pemerintah polisi memberikan demokrasi yang menurutnya adalah kebebasan untuk menembak mahasiswa. Apakah presiden kita menganggap demokrasi itu dengan cara memberikan pertanyaan tentang lagu ciptaanya kepada calon pegawai negri. Atau memberikan buku biografinya kepada anak SD yang menurut guru SD tersebut tidak sesuai kurikulum. Dasar demokrasi sekarang menjadi dasar dari kebebasan membuat untuk menghancurkan keindahan alam dengan gedung dan perumahan elit.  Kebebasan tentang pendidikan telah diambil oleh orang yang mengaku dirinya bertuhan dengan cara memberikan gratis masuk dan perlahan-lahan menggrogoti para orang tua murid dengan menjual buku yang harus di miliki anak. Demokrasi kita telah dihianati oleh para kepitalis dan penguasa yang bekerjasama denga para kapitalis.

*Film-Gie dan Mp3-Aftercoma dan Harmony Of Tragedi
Lebih baik diasingkan daripada menyerah dalam kemunafikan - Soe Hok-Gie
READ MORE - Demokrasi Kita Dihianati

Hentikan Zahiliyah-mu Sekarang !!!

Hari ini hanya mendung, tidak disertai hujan ataupun kilat. Dan juga hati ini sedang merasa mendung ketika mendengar pemberitaan yang terkait dengan rumah tahanan. Ini disebabkan tetang kerinduan saya terhadap seorang paman atau om. Terbesit terpikir kepada adik dari ayah saya yang sudah sekitar 2thn meninggal. Om Ato sering saya panggil, dia sudah terlalu dekat hingga seperti teman biasa. Dia pergi dengan meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. Apa hubungan rumah tahanan dengan kerinduan saya kepadanya, pada saat saya msih duduk di bangku sekolah dasar beliau pernah masuk ke rumah tahanan akibat narkoba. Pada jaman zaihiliyah-nya (sekitar umur SMA dan 20an) dia memang terkenal dengan kenakalan, mungkin sama seperti anak remaja lain, mencoba merasakan narkoba hingga akhirnya kecanduan dan susah dihilangkan. Dia pengkonsumsi ganja, obat, alkohol, dan lainnya.

Penjara tidak senegatif yang kita bayangkan, setelah saya melihat dia melakuan kegiatan dengan bambu yang menghasilkan kerajinan tangan. Dia membuat tempat pensil, tempat rokok, bahkan lemari mini dari serutan bambu sebesar sapu lidi yang di tempel menggunakan lem. Penjaranya ternyata menjadi pusat rehabilitasi dari keterpurukan yang di terima akibat kesalahannya. Penjara menjadi bagian yang membuat dia berfikir untuk hidup lebih baik. Meskipun ada beberapa oknum penjara yang tidak bertanggung jawab. Mungkin kalau kita mendengar kata penjara kita langsung terpikir suatu tempat yang menyeramkan, yang didalamnya penuh dengan pejahat, dengan perlakuan yang tidak baik, dan berbagai pemikiran. Tetapi pemikiran negatif tentang penjara tidak semua benar. Menurut pengalan om yang telah tiada, penjara adalah suatu tempat untuk berbagi rasa kekeluargaan, menjadi tempat unutk saling berbagi pengalaman, dan bahkan penjara menjadikan tempat berbagi ilmu.

Hari ini memang membuat pikiran saya menjadi agak kosong. Saya juga penah menjadi bagian dari jaman zahiliyah untuk saya sendiri. Saya pernah menjadi orang yang meminum alkohol atau menjadi penghisap daun ketawa ( kata teman saya ). Tapi sekarang saya tidak mengkonsumsi sedikitpun barang haram itu. Saya berhenti dua tahun sebelum om saya meninggal. dan ternyata benar, barang haram yang dikonsumsi beliau menjadi racun bagi tubuhnya ketika dia mengalami sakit keras. Zat yang mengandung racun itu menjalar di seluruh tubuh beliau. Saya sempat menjengutnya, ketika itu tubuhnya mengecil, giginya rontok tak bersisa, rambutnya hampir habis dan hampir menjadi botak, dia tidak bisa makan melalui mulut, bahkan dia tidak bisa terbangun, bicaranyapun sudah tidak terdengar jelas, kulitnya pucat, dan sekarat. Dan saat itu pula dia meninggal dunia.

Dan mulai dari itu saya berjanji untuk tidak mendekati barang haram itu, bahkan saya ingin selalu mengingatkan teman, kawan, sahabat, saudara saya untuk tidak mendekati bahkan mengkonsumsi barang tersebut. Di berbagai kesempatan selalu bercerita tentang pengalam om saya kepada teman-teman saya dan sekarang kepada kalian. Karena saya tahu bagaimana akibat dari mengkonsumsinya dari pengalaman om saya.

*mp3 - TigaPagi dan Efek Rumah Kaca
READ MORE - Hentikan Zahiliyah-mu Sekarang !!!

Humanisme, Sosialisme, Naturalisme VS Sakuisme, Dompetisme, Rekeningisme

banyak sesuatu yang ada di benak saya ketika sekarang. tentang rasa kerinduan terhadap kasih sayang, pemusatan semester akhir, carut marut media televisi, tak terkendali lalulintas, udara yang hitam dan terasa pengap, kasus heboh PSSI, dan yang terbaru tentang perombakan kabinet indonesia bersatu jilid II. mungkin hal itu ada dari sebagian pembaca sekarang ada juga yang mengatakan "ngapain mikirin hal yang kurang penting, mending mikirin semester akhir atau kasih sayang". mungkin saya bukan orang nasionalis dan saya juga tidak mau di sebut komunis. tapi yang ada dalam otak sekarang adalah memilih untuk menjadi kiri-komunis atau kanan-kapitalis. sebagian dari kalian mungkin berkata konyol tehadap tulisan ini. tapi saya sebagai orang yang merasa lahir dan besar pada suatu daratan berpulau merasa negara yang kecil dengan potensi besar ini adalah wilayah yang termasuk surga dunia, seperti apa kata koes plus

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

lirik yang menceritakan tidak perlu banyak embel-embel sesuatu untuk hidup di negri ini, cukup dengan kail dan jala kita sudah bisa dapat ikan ataupun udang, atau dengan hanya menancapkan tongkat pohon atau melempar biji buah dengan kehendak maha kuasa pohon itu akan bisa tumbuh segar di negara ini.

tapi jaman berkata lain, ideologi tentang humanisme, sosialisme, naturalisme sudah hilang. sekarang digantikan, sakuisme, dompetisme, rekeningisme. semua berlomba-lomba untuk mencari uang. memang tidak dipungkiri uang adalah alat kebutuhan untuk penyambung hidup. tetapi apakah kailan sadari kehidupan tidak selamanya bergulir di dunia, orang yang mengakui adanya renkarnasi pun mengakui bahwa kehidupan yang kedua akan berbeda dengan kehidupan yang pertama. entah datang dari mana pemikiran semacam itu. setiap orang bahkan ada yang rela untuk menjilat kaki sendiri untuk memenuhi segala keinginan yang di dapat dalam hidup. banyak yang merelakan sahabat, teman, bahkan keluarga hanya untuk meraih sakuisme, dompetisme, rekeningisme tersebut. atau mungkin ini kehendak tuhan, tuhan yang merencanakan semua ini. merencanakan terjadinya dilema seperti ini. dilema menentukan menjadi humanisme, sosialisme, naturalisme yang hidup di bawa rata-rata layak atau menjadi sakuisme, dompetisme, rekeningisme yang hidup penuh dengan kemewahan atau kesenangan yang tidak lebih selalu melihat kebelakang takut akan jatuh atau terkejar orang lain.

saya memang tidak memunafikan diri untuk memerlukan uang untuk biaya hidup, memerlukan uang untuk menonton konser band, untuk membayar karcis kereta untuk pergi ke kampus, atau untuk membeli buku puisi sebagai bahan inspirasi. saya memang juga memerlukan itu. tapi yang dipikirkan, setiap manusia mendapatkan uang tersebut dengan melupakan rasa humanisme, sosialisme, naturalisme. apakah tidak akan mengahasilkan dengan cara melupakannya, atau hasil yang di dapat sangat jauh dari rata-rata kalian menginginkanyan. atau mereka telah buta karena kekuatan sihir rupiah. mungkin juga benar apa kata Forgotten-tuhan telah mati, tuhan sudah di gantikan ribuan rupiah atau seonggok kekuasaan tahta, tuhan telah dilupakan hingga akhirnya menganggur tidak bekerja karena tidak dimintai doa keselamatan, kesejahteraan dan hanya doa kekayaan yang terlampir kepada tuhan.

apapun yang kalian pikirkan tentang catatan ini, semoga bisa menjadikan revolusi pemikiran, menjadi sebuah renungan, dan menjadi sebuah diskusi yang hangat tentang kehidupan. ^^v

*Mp3-efek rumah kaca dan buku-Soe Hok-Gie..Sekali lagi, buku, pesta, cinta dalam alam bangsanya
(baru belajar nulis :P)
READ MORE - Humanisme, Sosialisme, Naturalisme VS Sakuisme, Dompetisme, Rekeningisme