19 Des 2011 || Bimbang Blog Ah

Ini tulisan pertama setelah beberapa bulan tak memperbaharui postingan dari blog ini. Harapkan untuk dimaklum, beberapa bukan kebelakan memang sedang gencarnya untuk memperpanjang nama, tugas akhir target mati harus tahun sekarang, dan wisuda harus berbarengan dengan semua teman seperjuang.

Tepat 3 minggu yang lalu, hari senin, perpanjangan nama saya dapatkan dengan perjuangan yang tak kalah gila, dari jalanjalan subuh Rancaekek-Sumedang, pinjem uang buat ngeprin jilid potokopi (baru setengah dibayar), lupa makan seminggu bahkan lebih, tapi jelas perjuangan terindah yang dilakukan adalah mencukur rambut gondrong demi ikut ujian sidang (tragis), dan menggunakan jas, dasi, pantopel, dan harus terlihat rapih.
Mungkin setiap orang yang telah mendapatkan kelulusan dari sebuah sekolah tinggi, mereka akan merasakan bahagia, bangga, dan "asa aing". Tapi entah dengan alasan apa, rasa bangga dan "asa aing" tidak terasa sedikitpun, rasa bahagia masih hendak menjadi bagian indah setelah mendapat nama panjang. Akan tetapi rasa bangga tak hinggapnya dalam diri, mungkin yang pertama karena program/software yang dibikin adalah hasil dari kerja teman atau dengan kata lain adalah hasil dari pertolongan teman, yang kedua harus ada beberapa tunggakan bayaran yang harus segera dibayar. Dan selanjutnya rasa "asa aing" atau bisa dikatakan sombong. Bagaimana saya bisa sombong dengan hanya lulusan politeknik yang belum (mungkin nanti) seterkenal yang lain tapi dengan harga yang bisa dikatakan memusingkan, dan tentunya skil yang saya dapatkan juga tak sebanding dengan nama belakang saya.

Ada alasan kenapa saya hanya seadanya. Pada saat perkuliahan tiga tahun yang lalu, saya hanya mendapatkan teori dari modul yang diciptakan sendiri oleh kampus, dijual di tempat potokopikampus, dan wajib dibeli oleh mahasiswa, apabila belum membeli silakan ikut perkuliahan saat sudah mendapatkannya. Lalu praktikum yang seharusnya menjadi bagian penting utnuk mengasah skil dari mahasiswa, hanya menjadi bagian dari penyalinan dari modul ke sebuah komputer, dan semuanya selalu berhasil, karena memang sudah benar. Dan bila ada yang bertanya kenapa teman saya bisa membuat sebuah program dengan pembelajaran seperti itu jawabannya adalah copypaste dari sebuah program yang sudah jadi adalah jalan satusatunya.

Dan jawabannya satu, kami hanya dicetak untuk mendapatkan namapanjang tanpa memperlihatkan kualitas dari seorang yang pernah belajar, dan untuk itu segerelah untuk saya pribadi melanjutkan menjadi sarjana tentunya dengan kampus yang berbeda dan dengan jurusan yang berbeda pula.

*catatan : bagi siapapun cermatlah dalam memilih jurusan dan kampus.
19 desember 2011, untuk hari yang lalu.

0 komentar:

Posting Komentar