Disurga kuceritakan cinta

Malam ini masih selalu membanyangkan menulis puisi, entah sedang puitis atau melankolis. Tertanda teman lama, saya bukan orang seperti anda, seorang pujangga, penyuka jingga ataupun magenta, dan bukan seperti bayi merintih memerlukan sebuah bongkah dada bersusu. Ingin sesekali mencoba merasa tersanjung dengan padung, atau dengan wanita berkerudung yang bersebelah pohon pinus memegang kamus. Kapan ingatan tentang senja ini berganti petang, dimana ibu merandang sinetronya terganggu siaran sepak bola ayah, dan adik perempuan masih ingin menonton cinta juga buaya. Malam ini semua berubah, tulisan esay yang tak karuan yang aku tulis beserta bintang tertutup awan. Bulan yang termalu melihat dunia, akhirnya memilih memanggil isrofil untuk meniup sangkakala. Usai dunia kita ceritakan disurga, betapa nikmatnya cinta.


backsound : katjie & piering
book : -
movie : -
quotes : saya nmelihat diri saya pergi, terbujur dingin tanpa ekspresi - adi gembel, puisi untuk 9 februari 2008

0 komentar:

Posting Komentar