Celoteh 10 pagi


Demi matahari yang bergatian dengan bulan
Atau lampu perempantan yang selalu berputar
Sampaikan gelisahku pada barisan pekuburan
Sampai pada sisi gelap lagit disiang hari
Dan pada salju di gurun sahara
Aku tetap membuka kelenjar nafas dari anus
Hingga malam terbitkan gerhana
Ditemaram jingga pada senja
Selayak manusia yang bercinta diantara semak
Diantara pinus dan bambu di hutan dekat kota
Semerbak kemanggi di depan halaman rumah
Berdiameter dari inchi sampai liter dan kilo
Ooo, wahai para badut dari selangkangan puluru
Warna hijaumu hanya menipu
Seperti bunglon di kandang singa
Kau siap merontokan rambut-rambut surga
Hingga botak hingga tak berotak

2 juli 2011

0 komentar:

Posting Komentar